DPRD Sampang Desak Daerah Kelola PPI

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MUBAZIR- Lokasi pangkalan pendaratan ikan (PPI) menghabiskan ratusan miliar belum difungsikan.

KABARMADURA.ID, Sampang  – Peralihan aset pangkalan pendaratan ikan (PPI) di Desa/Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang sejak tahun 2014 lalu merugikan pemerintah daerah. Berdasar data Kabar Madura, aset PPI beralih ke Pemprov sejak tahun 2014. Sejak diterbitkannya, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Sejak itu pemerintah Sampang tidak punya hak mengelola.

Bahkan, pemkab sempat mengajukan pengelolaan PPI, meski aset tetap dimiliki Pemprov. Tapi upaya itu tidak disetujui. Sementara pemerintah daerah mengalokasikan anggaran pembangunan PPI sejak tahun 2005.

Bacaan Lainnya

Menanggapi itu, Anggota Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman mendesak pemerintah untuk melakukan negosiasi ulang. Meskipun beberapa tahun lalu uapaya itu gagal dilakukan. “Selayaknya aset PPI tetap dikelola pemerintah daerah,” katanya, Senin (26/10/2020).

Menurutnya, pembangunan lokasi PPI sudah banyak menyerap anggaran daerah. Sehingga perlu adanya negosiasi ulang dalam pemanfaatannya. Meskipun, PPI tetap dialihkan ke tangan pemprov. Sementara PPI dibangun kental dengan kearifan lokal.

“Perencanaan pembangunan PPI dibahas di meja DPRD. Perencanaan manfaat sudah jelas dipikirkan. Jika diambil alih dan berubah fungsi itu yang perlu dikritisi sejumlah pihak,” ucapnya.

Dia meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) Sampang melakukan upaya komunikasi kembali. Sehingga PPI tetap bisa dikelola. Meskipun aset tetap dimiliki pemprov. Sebab, lokasi PPI berada di wilayah Sampang.

Politisi Partai Demokrat itu menuturkan, pengalihan aset beberapa tahun lalu sudah merugikan. Meski lokasi PPI belum dimanfaatkan sesuai perencanaan. Namun di lokasi itu ada sumbangan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Salah satunya sewa tempat yang dilakukan PT. Sampang Sarana Shorebase (PT.SSS),” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Diskan Sampang, Wahyu Prohartono belum bisa memberikan tanggapan. Meski upaya konfirmasi dilakukan melalui via pesan singkat atau WhatSapp (WA) dan telepon langsung nihil respon. (km54/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *