oleh

DPRD Sampang Minta Penyaluran Beras CPP Wajib Dikawal

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Jatah beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kabupaten Sampang tidak terserap hingga akhir tahun. Namun, tiba-tiba beras bantuan itu mendadak dibagikan ke masyarakat.

Selama ini, beras tersebut belum pernah dikeluarkan. Sebab sebelumnya terbukti belum ada kegiatan penyerapan dan penyaluran beras ke warga.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, beras dibagikan kepada masyarakat di 16 titik se-Kabupaten Sampang. Setiap warga diberi beras 10 kilogram. Warga menerima dua sak beras dengan masing-masing berisi 5 kilogram beras.

Penyaluran dilakukan melalui kelompok tani oleh Dinas Ketahanan Pangan Sampang. Bahkan beberapa penyalur melibatkan sejumlah kelompok tani. Warga diberi kupon dengan ditukar beras.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Shohebus Sulton mengatakan, penerima beras harus tidak menerima bantuan dari program lain. Sehingga terjadi pemerataan bantuan. Sebab menurutnya, masih banyak warga miskin yang belum tercover program bantuan lain.

“Kami setuju jika beras CPP dikeluarkan. Asalkan tepat sasaran. Sehingga terjadi pemerataan bantuan,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sampang, Moh. Farid Makruf mengakui jika beras CPP dikeluarkan. Pihaknya menjelaskan jika beras itu tidak bersifat mendadak. Tapi dikeluarkan untuk warga yang terdampak kekeringan. “Kami berikan kepada warga yang gagal panen. Sebab sempat terjadi kekeringan cukup panjang,” katanya.

Dia menjelaskan, sebanyak 20 ton beras yang dikeluarkan. Beras diberikan di 16 titik. Seperti Desa Gunung Maddah, Pakalongan, Pasean, Desa Panggung dan beberapa desa lain. “Beras disalurkan melalui kelompok tani. Sebab mereka yang gagal panen kelompok tani mengetahui,” katanya. (man/mam)

Komentar

News Feed