oleh

DPRD Sampang Pastikan Semua Petani Dapat Pupuk Subsidi

KABARMADURA.ID, Sampang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang Alan Kaidan,menekankan Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang merealisasikan pupuk subsidi kepada semua petani. Sebab, kelangkaan pupuk sangat meresahkan para petani yang tidak tercover sebagai penerima pupuk subsidi.

Berdasarkan kesepakatan awal, semua petani di Kota Bahari akan menerima pupuk subsidi, meski tidak terdaftar di e-RDKK. Sebab, pupuk subsidi menjadi kebutuhan para petani untuk mengelola pertaniannya.

Selain itu, tambahnya, bagi petani yang sudah mendapatkan kartu tani namun tidak bisa aktif, dirinya menegaskan ia akan tetap mendapatkan pupuk subsidi. Yakni, dengan cara meminta formulir dan didampingi petugas atau ketua kelompok guna mengambil pupuk subsidi.

Untuk mendapatkan pupuk subsidi selain dari kartu tani yang aktif, bisa dilakukan penebusan melalui pengisian formulir yang dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) atau kelompok tani. Formulir tersebut dimanfaatkan buat penebusan pupuk subsidi kepada kios-kios di Sampang.

“Sudah kami sepakati bersama Dispertan, bahwa semua petani akan tercover sebagai penerima pupuk subsidi,” ucap Alan Kaisan, Senin (9/11/2020).

Ditambahkan, persoalan data petani tersebut masuk ke e-RDKK atau tidak, baginya tidak terlalu penting, karena yang urgen dan perlu diprioritaskan itu adalah pupuk subsidi, terlebih sebentar lagi masa penanaman padi.

Jika petani tidak terdaftar, harus dicarikan solusi untuk dapat pupuk subsidi tersebut. Ini sudah menjadi konsekuensi dinas pertanian, yang tidak melakukan revitalisasi anggota kelompok tani.

Alan menambahkan, petani tidak harus masuk ke data e-RDKK. Dengan begitu, semua petani yang ada bisa menjadi penerima pupuk subsidi.

Diakuinya, jika mengacu pada data e-RDKK jumlah petani relatif sangat jauh dari kebutuhan. Jadi, kata Alan, kasihan petani yang tidak tercover pupuk subsidi.

“Kami sudah tekankan, bahwa petani yang tidak terdaftar di e-RDKK harus tercover pupuk subsidi. Itu melalui formulir guna bisa mengambil pupuk subsidi. Pengambilan formulir bisa minta ke BPP. Ini sudah menjadi konsekuensi dispertan dalam proses pendataannya,” imbuhnya.

Menurutnya, pendataan untuk didaftarkan ke e-RDKK, ialah melalui poktan masing-masing yang dientri oleh petugas. Sehingga,ketika poktan tersebut tidak melakukan pengajuan data untuk dapat dientri, secara otomatis petani tidak terdaftar di e-RDKK.

Atas hal itu, ia meminta kepada dinas pertanian untuk merevitalisasi poktan-poktan yang keberadaanya sudah tidak aktif, sehingga pertanian di Sampang kembali terprogram dan kualitasnya meningkat.

Selain itu, dirinya akan turun ke lapangan jika ada laporan dari masyarakat, mahasiswa atau pemuda sekalipun. Sebab,kelangkaan pupuk ini sangat berpengaruh kepada proses pertanian.

“Kadang poktan atau gapoktan itu tidak kooperatif di lapangan, atau sebaliknya yakni petani enggan saat menyetor kala diminta KTP. Jadi,dispertan harus lebih memaksimalkan petugas dalam pendataan, bukan hanya penyuluhan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) SDM Penyuluhan Dispertan Sampang Sugeng Riyadi menuturkan, petani di Sampang yang terdaftar di e-RDKK tersebut sebanyak 124.940 ribu petani.

Bahkan, dirinya menyebutkan, petani yang tidak terdaftar di e-RDKK tidak bisa mengambil pupuk subsidi, kecuali dengan rekomendasi petugas di lapangan atau dikondisikan oleh kelompok.

“Bisa. Asal dikondisikan dikelompok tani. Sebab, e-RDKK itu disusun dan diusulkan oleh masing-masing kelompok,” pungkasnya. (mal/nam)

Komentar

News Feed