DPRD Sayangkan Adanya Surat Edaran Kemenag Pamekasan Soal Pemesanan Seragam Korpri


DPRD Sayangkan Adanya Surat Edaran Kemenag Pamekasan Soal Pemesanan Seragam Korpri
(DOK. DPRD PAMEKASAN) Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi.

KM.ID | PAMEKASAN -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan sangat menyayangkan adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan terkait pemesanan seragam korpri.

Diketahui, surat edaran tersebut bernomor: B-4122/Kk.13.22.1/KP.03/07/2022, tertanggal 28 Juli 2022. Dalam surat itu menunjuk Bendahara Kemenag Pamekasan Abd Kadir Bambang untuk mengkoordinir pemesanan seragam korpri bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, pihaknya tidak setuju jika surat edaran tersebut sifatnya mengikat. Sebab, bisa memberatkan ASN dan PPPK yang berada di bawah lingkungan Kemenag Pamekasan.

"Kalau memang mengikat, saya tidak setuju," tegasnya saat ditemui KM.ID, Selasa (27/9/2022).

Namun, politisi PKB itu mengaku sudah mengkonfirmasi perihal tersebut kepada Kepala Kemenag Pamekasan. Menurutnya, berdasarkan pengakuan Kepala Kemenag, surat itu luput dari pantauannya. 

"Intinya beliau teledor," tambahnya.

Sementara Kepala Kemenag Pamekasan Mawardi mengungkapkan bahwa surat edaran yang dikeluarkan itu sudah sesuai dengan hasil kesepakatan rapat pengurus korpri.

"Kalau tidak melalui rapat, tentu saya tidak setujui. Sebab hal ini harus mengikutkan banyak orang," ujarnya kepada KM.ID, Selasa (27/9/2022).

Mawardi juga menyebutkan bahwa harga per seragam korpri Rp150 ribu. "Itu katanya sudah paling murah, itu juga jadi pertimbangan," lanjutnya.

Terlepas dari itu, Mawardi mengaku kalau surat edaran dengan tanda tangan elektronik itu lepas dari pantauannya. Tidak membaca secara keseluruhan surat tersebut.

"Itu surat dibuat oleh pengurus, saya lupa mungkin karena banyak surat juga," terangnya.

Namun, dia menegaskan bahwa pegawai Kemenag Pamekasan bisa memesan atau membeli seragam korpri dimana saja. "Tergantung pegawai," tukas Mawardi.

Reporter: M. Arif

Redaktur: Sule Sulaiman