DPRD Sumenep Desak Cairkan BLT DBHCHT Buruh Tani dan Pabrikan

(FOTO: KM/MOH RAZIN ) DIDESAK: Bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021 masih dalam tahap validasi terhadap keluarga penerima manfaat.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Bantuan tunai langsung (BLT) kepada buruh pabrikan rokok dan buruh tani sampai saat ini belum terealisasi. Bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021 itu masih dalam tahap validasi terhadap keluarga penerima manfaat (KPM).

Program yang dianggarkan sebesar Rp10 miliar itu akan menyasar ribuan KPM. Sementara masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1.200.000.

Kasubag Sumber Daya Alam (SDA) Pertanian Perikanan dan Kelautan Bagian Ekonomi Sumber Daya Alam (ESDA) Sekretariat Daerah (Setda) Sumenep Andi Suprapto menjelaskan, bantuan kepada buruh pabrikan rokok dan buruh tani dalam waktu dekat akan disalurkan. Sementara untuk data penerima sudah final.

Bacaan Lainnya

“Belum terealisasi masih, kalau tahapan penentuan KPM sudah final tinggal menunggu waktu saja. Tidak, tidak bakal lama lagi,” kata Andi.

Dikatakan Andi, pagu anggaran DBHCHT di tahun ini khusus bantuan kepada kepada buruh pabrikan rokok dan para kuli yang dipekerjakan oleh petani tembakau sebesar Rp10 miliar. Ditegaskannya, penerima bantuan tidak tercatat sebagai penerima di bantuan lain.

Dia menyebutkan, untuk buruh tani tembakau sebanyak 7.387 orang, sementara buruh pabrikan rokok 1.446 orang. Jadi total keseluruhan yang terdata sebagai penerima bantuan ini 8.833 orang.

“Dalam minggu ini paling akan diusahakan agar bisa segera cair,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengungkapkan, saat ini masa penerapan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) yang otomatis sedikit banyak ada imbasnya pada perekonomian masyarakat. Sehingga dengan adanya bantuan tersebut tentunya sangat diharapkan oleh buruh pabrikan atau para kuli yang dipekerjakan oleh petani tembakau.

“Saat ini mestinya sudah rampung, masyarakat sangat berharap ada bantuan dari pemerintah, persoalannya kapan akan direalisasikan kalau bukan sekarang,” kata Juhari.

Dengan ada menu bantuan itu semestinya, lanjut Juhari, pemerintah sudah  merumuskan dari awal, apalagi sudah ada patokan separuh dari DBHCHT sudah positif untuk membantu para pekerja yang berkaitan dengan tembakau.

“Kami berharap bantuan ini jangan sampai melewati akhir tahun, sudah seharusnya buruh tani dan pabrikan menikmati bantuan ini,” tukasnya.

BLT DBHCHT Buruh Tani dan Buruh Pabrikan

-Anggaran Rp10 miliar.

-Masing-masing penerima mendapatkan bantuan Rp1.200.000.

-Buruh tani tembakau sebanyak 7.387 orang.

-Buruh pabrikan rokok 1.446 orang.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Tinggalkan Balasan