oleh

DPRD Sumenep Fokusan APBD-P untuk Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Kabarmadura.id/SUMENEP-Setelah melewati beberapa kali pembahasan, Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Anggaraan Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep akhirnya disahkan DPRD Sumenep pada (18/9/2020).

Yang menjadi titik tekan adalah pada kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas pekerjaan di ujung tahun 2020 ini.

Ketua DPRD Sumenep Abd Hamid Ali Munir menyampaikan, pada perubahan anggaran tersebut, ada tiga poin penting yang memang diprioritaskan di tengah wabah Covid-19, yang mengarah kepada kepedulian masyarakat.

“Ya pembahasan raperda tentang perubahan anggaran dari tanggal 9 sampai 18 bulan ini, yang akhirnya menemukan kesepakatan-kesepakatan tadi, di antaranya tiga poin perencanaan,” katanya Minggu (20/9/2020).

Tiga poin yang dimaksud, di antaranya adalah tetap difokuskan pada pencegahan Covid-19, apalagi sampai saat ini masih tetap berlangsung. Sementara kesehatan masyarakat masih menjadi yang paling urgen.

Poin selanjutnya, fokus pada perbaikan ekonomi. Seperti yang diketahui hampir sepanjang perjalanan tahun ini kondisi perekonomian masyarakat Sumenep terbilang sangat lumpuh, baik sektor industri, pendapatan pajak, dan sebagainya.

Poin berikutnya yaitu jaringan pangan sosial. Sebagai bentuk pemulihan, memaksimalkan pekerjaan, baik pembangunan maupun proyek yang lainnya, agar masyarakat masih bisa bekerja.

“Ketika pengerjaan berjalan, maka masyarakat banyak yang bisa bekerja kembali, ketika sudah bekerja sama, maka secara otomatis mereka mendapatkan gaji atau pemasukan, sehingga roda perekonomian dapat berputar,” imbuhnya.

Dia juga berharap agar keputusan yang telah disepakati bersama itu bisa segera dievaluasi, sehingga dapat segera terlaksana. Namun sambil lalu menunggu hasil evaluasi, maka sebaiknya beberapa perubahan yang sudah disepakati, eksekutif sudah mencicil perencanaannya. Apalagi ada jarak atau waktu tunggu, untuk mendapatkan hasil evaluasi tersebut.

“Karena evaluasi gubernur dari yang sudah disahkan bisa ditunggu selama 15 hari, terhitung dari tanggal 18 kemarin, makanya sebelum 15 hari sudah ada hasil evaluasi agar bisa dapat terialisasi perubahan anggaran tersebut,” paparnya.

Wakil rakyat yang sudah lima periode duduk di kursi legislatif itu juga berharap, dari kalkulasi waktu setelah menerima hasil evaluasi tersebut, ada sekitar waktu luang tidak sampai dua bulan, untuk tutup anggaran tahun ini. Maka agar pihak terkait dapat memaksimalkan waktu, akan tetapi bukan lantas mengabaikan kualitas pekerjaan. Termasuk yang harus diperhatikan adalah kelengkapan persyaratan administratif.

“Guna menjamin mutu pekerjaan, kami akan maksimalkan pengawasan. Kami akan mengawal perubahan tersebut, agar pada 15 Desember, semuanya sudah selesai dan masyarakat  juga bisa mendapatkan haknya,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed