oleh

DPRD Sumenep Ingatkan Rastra Bersih dari Pungli

Kabarmadura.id/SUMENEP – Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) yang sebentar lagi akan dicairkan kepada masyarakat  Sumenep perlu mendapat pantauan serius dari lapisan masyarakat. Sebab, bantuan tersebut akan diberikan secara cuma-cuma Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Suroyo mememinta rastra yang akan dicairkan bersih dari pungutan liar (pungli). Jika masyarakat menemukan pelanggaran, pihaknya berharap agar tidak segan-segan melaporkan ke penegak hukum.

“Ya, itu sudah ada aturannya dan  tidak dipungut apapun untuk mengambil rastra itu, kalau pun nanti ada tidak usah takut, laporkan saja,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, R. Aminullah mengatakan, proses pencairan rastra dilakukan kepada kepala desa dan tidak ada biaya tebusan. Rastra akan dicairkan munggu ini.

“Nanti kami akan adakan sosialisasi pada hari Rabu, 20 Maret 2019, dan setelah itu langsung akan dicairkan. KPM akan menerima 10 kg” paparnya.

Ia pun menegaskan bahwa masyarakat tidak akan diminta biaya tebus sebab rastra tersebut adalah bantuan lepas tanpa dipungut biaya sepeser pun. Dan rastra itu akan cair hingga bulan oktober.

“Nanti selesai bulan oktober bantuan rastra tersebut akan berubah ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang mengalir ke semua rekening KPM,” ujarnya.

Bedanya Rastra dengan BPNT, kalau rastra berbentuk beras yang dicairkan melalui bulog tanpa biaya tebusan, sedangkan BPNT melalui rekening.

“BPNT itu berupa uang ditranfer langsung kepada penerima sebesar Rp110 ribu per KPM yang itu bisa ditukar ke toko-toko yang sudah bekerjasama dengan pihak Bank Mandiri,” jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa penyaluran rastra harus bersih dari pungli, pasalnya biaya transportasi dari gudang bulog ke masing-masing desa sudah ditanggung oleh pihak bulog.

“Kalau transport dari bulog ke kecamatan hingga desa itu sudah ditanggung bulog, sedangkan dari desa ke KPM itu sudah ditanggung APBD, jadi kalau beralasan untuk biaya ini dan itu, laporkan saja kalau ada pungli,” jelasnya. (mun/pai)

Komentar

News Feed