DPRD Sumenep Menilai BPKAD Tidak Transparan Mengenai Retribusi Pendapatan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) DIRAHASIAKAN: Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep dinilai tidak transparan mengenai pendapatan asli daerah (PAD) dari hasil retribusi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – keterbukaan publik perlu ditingkatkan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hal ini diungkapkan,  Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, jika tidak ada keterbukaan publik, kemungkinan ada yang ditutup-tutupi. Salah satunya, seperti pendapatan asli daerah (PAD) mengenai data pajak Retribusi dan pajak lainnya. “Harus transparan, dan jangan ada yang dirahasiakan,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Dia menegaskan, jika ada yang mau minta data mengenai pajak retribusi, misal harus diberikan, jangan sampai masyarakat tidak tahu terhadap keuangan di daerah. “Jika masih ada yang menutup-nutupi kami akan panggil OPD terkait,” ancamnya.

Dia menyarankan, bagaimanapun transparansi harus betul-betul direalisasikan. Jika tidak demikian, maka akan terjadi ketersinggungan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak transparan.

“Utamanya OPD mitra komisi II, maka akan ada evaluasi khusus. Jangan-jangan memang ada yang disembunyikan, karena kerja OPD lemah, sehingga, PAD rendah, seperti retribusi pajak hotel, pasar dan lainnya. Kami sangat kecewa dengan OPD yang tidak terbuka, awas akan kami evaluasi,” tukasnya.

Sementara itu, kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan penagihan Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep, Suhermanto mengatakan, ketidakterbukaan pada publik mengenai data dan lain-lain karena tidak berani mengeluarkan sembarangan data termasuk PAD mengenai retribusi.

“Kami hanya menghimpun data. Khusus yang ditangani BPPKAD sudah, yang retribusi enak langsung ke OPD nya, biar bisa detail informasinya,” responnya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *