oleh

DPRD Sumenep Pastikan PT. Tanjung Odi Tes Swab Sesuai Janji

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep juga ikut menginspeksi lokasi operasional PT. Tanjung Odi, Rabu (24/6/2020) siang. Kedatangannya guna memastikan keberlangsungan tes swab terhadap sejumlah karyawan yang reaktif Covid-19 dari hasill rapid test.

Berdasarkan instruksi bupati Sumenep per 23 Juni 2020, perusahaan pelintingan rokok itu dilarang beraktivitas untuk sementara waktu. Sebab, diduga jadi lokasi paling subur dalam menyumbang tambahan pasien terinfeksi Covid-19 di Sumenep.

Ketua DPRD Sumenep Abd Hamid Ali Munir mengatakan, inspeksi yang dilakukannya hanya memastikan terkait rencana tes swab oleh PT Tanjung Odi terhadap 126 karyawan yang reaktif Covid-19.

“Ternyata benar, memang ditutup sementara, dan PT Tanjung Odi telah melaksanakan tes swab terhadap seratus lebih karyawan yang statusnya reaktif Covid-19, ini memang sudah sesuai dengan keinginan tim gugus tugas Covid-19 di Sumenep,” katanya, Rabu (24/6/2020).

Perusahaan yang berada di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Sumenep itu melakukan tes PCR demi mengupayakan keberlangsungan kerja normal setelah mengalami penutupan sementara selama 14 hari.

Selain itu, kedatangannya juga ingin memastikan terlaksananya test PCR ke sejumlah karyawan yang sebelumnya dinyatakan reaktif Covid-19 dari rapid tes atau tes cepat.

“Tentunya kami berharap koordinasi ini terus disepakati oleh semua pihak tidak hanya PT Tanjung Odi tetapi juga masyarakat secara luas karena wabah ini bukan lagi saling menyalahkan antar pihak,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Pabrik PT Tanjung Odi MPGG Sumenep Rizki Komari menyampaikan, meskipun bukan karena terdampak Covid-19, sudah banyak yang berhenti. Dari sebelumnya sekitar 1.900 lintingan, kini berkurang sekira menjadi 100 lintingan, atau sekitar 1.800 linting.

Sementara untuk upaya sterilisasi seperti harapan Pemkab Sumenep, pihaknya belum melakukannya, karena untuk sementara, masih fokus pada langkah tes swab terhadap beberapa karyawan yang reaktif.

“Tadi pagi sudah kita lakukan sebagian, mungkin dua hari atau tiga hari lagi kita lakukan lagi. Pokoknya akan dilakukan secara berkala sampai waktu masuk karyawan,” jelasnya.

 

Dia juga berjanji akan melakukan rapid test untuk yang kedua kalinya kepada seluruh karyawan yang jumlahnya sebanyak 1.865 orang.

“Iya nanti kita akan lakukan rapid test lagi, jika ada yang reaktif kita swab lagi. Soal upah tetap maksimal, artinya tidak ada pemotongan,” pungkasnya. (ara/waw)

 

Komentar

News Feed