oleh

DPRKP-CK Kabupaten Sumenep Pastikan Pembangunan Drainase dan Trotoar Tidak Bisa Terealisasi Tahun Ini

KABARMADURA.ID, Sumenep – Mandeknya proyek drainase dan trotoar di ibu kota kecamatan (IKK) sangat mengancam masyarakat. Pasalanya, proyek tersebut berguna untuk menekan angka banjir di musim hujan. Hal ini diungkapkan, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi, Minggu (08/11/2020).

Menurutnya, proyek yang akan menelan anggaran miliaran terancam gagal. Seharusnya, pengerjaan di awal harus ada gerak cepat. Hanya saja, hingga saat ini tidak ada progres pengerjaan. Dengan begitu aliran air mudah tergenang ketika hujan

“Dinas terkait menganggarkan Rp4 miliar untuk pembangunan drainase dan trotoar. Pembangunan drainase dan trotoar yang dimaksud merupakan hasil pemangkasan dari program lainnya. Yakni, dari program sanitasi belum terwujud,” keluhnya, Minggu (08/11/2020)

Dia berharap, pengerjaan bisa terwujud. Sehingga, pada saat hujan lebat tidak terjadi banjir ataupun genangan. “Meminimalisir Banjir atau genangan sangatlah penting,” tandasnya.

Sebelumnya, senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perumahan, di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP-CK) Kabupaten Sumenep Benny. Menurutnya pembangunan itu bertujuan untuk mengurangi kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan.

Sehingga, lahan dapat difungsikan secara optimal. Sebagai pengendali air ke permukaan dengan tindakan untuk memperbaiki daerah becek dan menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal.

Dijelaskan, pembangunan drainase dan trotoar juga bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalanan dan mengantisipasi banjir. Menurutnya, dua program tersebut merupakan langkah strategis pada tahun 2020, utamanya pada musim hujan.

“Anggaran senilai Rp4 miliar tersebut merupakan pemangkasan dari program pembangunan sanitasi dan RTH. Karena, drainase dan trotoar dianggap lebih mendesak dan akan berguna bagi masyarakat. Namun, saat ini masih belum terwujud,” tukas dia.

Potensi gagalnya proyek tersebut dikarenakan, adanya pemangkasan anggaran untuk kebutuhan Covid-19. Sehingga, pengerjaan ditangguhkan terlebih dahulu. Jika tidak dapat terwujud tahun ini, maka tahun 2021 akan dilaksanakan.

“Anggaran sangat menentukan adanya pengerjaan proyek apapun,” tegasnya.  (imd/ito)

Komentar

News Feed