DPRKP Sampang Alokasikan Rp11,2 M untuk Program SPAM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PROYEK: DPRKP bangun 50 titik SPAM kepada desa-desa berpotensi air.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Anggaran untuk sistem penyediaan air minum (SPAM) cukup fantastis. Tercatat tahun ini anggaran untuk penampungan air itu sebesar Rp11,2 miliar. Anggaran itu bersumber dari dana insentif daerah (DID).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang Muhammad Zis menuturkan, bahwa kurang lebih 50 titik pembangunan SPAM tersebut tersebar di Sampang, tetapi lokasi tersebut hanya untuk desa yang berpotensi air.

Bacaan Lainnya

“Yang jelas programnya bukan di desa kekeringan, karena ketika di desa kekeringan ini untuk mendapatkan air susah, sementara program ini memanfaatkan air yang ada dan kekurangan sarananya,” ungkpanya, Rabu (25/11/2020).

Anggaran program SPAM ini diambil dari DID yang totalnya Rp11,2 miliar. Sementara saat ini serapan dari anggaran tersebut masih rendah. Sebab, pihak yang mengerjakan atau pihak kontraktor memilih untuk mencairkan saat pengerjaannya selesai. Adapun waktu selesai pekerjaan tersebut akhir tahun.

Selain itu, lanjut ZIS, untuk anggaran dari satu unit SPAM diakuinya beragam. Sebab dalam pembangunannya masih disesuaikan dengan luasan dan kondisi potensi airnya. Jika potensi dan ruang lingkupnya kecil maka anggarannya lebih kecil, begitupun sebaliknya.

“Anggrannya itu beragam, ada yang Rp100, Rp200 dan Rp300, dan itu pun disesuaikan dengan potensi air dan ruang lingkupnya, jadi ketika luas dan potensi besar maka dibangun dengan beton, tapi kalau kecil hanya dibangun dengan tandon biasa,” imbuhnya.

Dikatannya, hingga saat ini pengerjaan program tersebut masih berjalan. Dan diakuinya sudah mencapai 90 persen, tetapi memang masih terdapat beberapa lokasi yang belum selesai tetapi tahun 2020 ini semuanya harus selesai.

“Di Dusun Polai Barat Sokobenah, Desa Tebbana Banyuates, Banyuanyar Sampang, Pramian Sreseh alhamdulillah sudah selesai, jadi tinggal mengoperasikn saja,” pungkasnya. (mal/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *