oleh

DPRKP Sumenep Gagal Realisasikan MCK plus IPAL

Kabarmadura.id/Sumenep-Peningkatan sanitasi penugasan berupa pembangunan mandi, cuci, kakus (MCK) plus kombinasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) gagal terealisasi tahun ini. Padahal, pembangunan dengan sumber anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) pusat sudah tersedia.

Hanya saja, dana tersebut ditarik kembali dan dijanjikan akan dikembalikan. Namun hingga saat ini, belum juga ada dana masuk untuk pembangunan MCK. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep Benny Irawan, Rabu (23/09/2020).

“Kemungkinan anggarannya sudah dialihkan pada program yang lain. Janjinya akan dikembalikan awal Agustus kemarin. Tapi sampai saat ini tidak kunjung ada. Akibatnya, pembangunan itu gagal dilaksanakan,” ujarnya.

Menurutnya, pada saat Covid-19 semua anggaran yang bersumber dari DAK ditarik kembali. Jumlah anggaran tersebut  Rp15 miliar. Anggaran yang dikembalikan sebesar Rp9 miliar, itupun untuk kegiatan atau program selain sanitasi penugasan.

Khusus untuk anggaran Pembangunan MCK plus kombinasi IPAL keseluruhan Rp2.137.500 yang rencananya akan dilaksanakan di desa Pakondang untuk beberapa pondok pesantren (ponpes) Yakni ponpes Darul Mukhlisin, Ahsasul Mustaqim, Sabilun Najah di Banasareh, Nurul Islam di Desa Karang Cempak Bluto, dan Attaawwum di Desa Leggung Barat Kecamatan Batang-batang.

“Satu unit pembangunan MCK plus Kombinasi IPAL sebanyak 427.500,” tuturnya.

Tidak sembarang ponpes  yang mendapatkan MCK Plus Kombinasi IPAL. Namun ada ketentuan tertentu yakni ponpes  yang memiliki jumlah santri bermukim lebih dari 300 orang. Hal tersebut berdasar aturan kementrian

Recananya, MCK plus kombinasi IPAL tersebut akan di bangun di atas lahan seluas 81 meter persegi. Sedangkan IPAL 16 meter persegi yang bisa melayani 100 kepala keluarga. Bangunan bertingkat dua ini sederhana.

Namun dilengkapi berbagai fasilitas di antaranya, 6 buah WC, 2 buah kamar mandi, 1 buah aula, dan 2 buah tempat wudhu. Pada tahun sebelumnya sudah terlaksana. Tetapi, pada tahun 2020 saat ini belum terealisasi.

“Jika gagal tahun ini insyaallah akan dilanjutkan atau dikerjakan tahun 2021. Karena, program tersebut merupakan program tahunan,” paparnya.

Sementara itu Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainurrahman mengatakan, meski gagal terealisasi tidak begitu bermasalah. Sebab, Pemerintah pusat pasti sudah mengantongi kelayakan penerima program.

Dia berharap dengan adanya MCK kombinasi IPAL nantinya warga tidak lagi membuat kotoran sembarangan, minimal bisa hidup bersih dan sehat. “memang perlu adanya perubahan paradigma di masyarakat dalam hal sanitasi, karena mereka menganggap hal itu terkadang bukan kebutuhan utama padahal sangat penting untuk kesehatan,” pungkasnya (imd/ito)

 

Komentar

News Feed