oleh

Dr. Nor Hasan, Wakil Rektor yang Teguhkan Prinsip Nekat karena Tekad

KABARMADURA.ID, Pamekasan -Dr. Nor Hasan, bagi sebagian besar civitas akademika IAIN Madura bukanlah sosok yang asing. Mengemban jabatan sebagai wakil rektor I,menjadikannya sering menjadi tempat konsultasi dosen dan mahasiswa.

Amanah jabatan yang saat ini  diemban dan gelar pendidikan tertinggi dalam dunia akademik S3 yang diraihnya, dilalui dengan perjuangan dan tantangan.

Tantangan terbesar yang dihadapi, diakui Nor Hasan adalah menaklukkan stigma “demmaah keyah asakola gi tenggi, mun tak keng matadeeh sabena reng towana- apa maumu sekolah tingi-tinggi, toh nantinya cuma  mau menghabiskan sawah orangtuanya”.

Ya, menaklukkan stigma tersebut, jelas Nor Hasan, karena orangtuanya tidak ada satupun yang lulusan perguruan tinggi. Lebih-lebih, secara ekonomi waktu itu, keluarganya hidup pas-pasan.

Tutup telinga bulatkan tekad untuk kuliah, dilalui Nor Hasan usai lulus dari pendidikan guru agama (PGA). Usai terima ijazah kelulusan, Nor Hasan langsung mengarahkan langkah ke Surabaya untuk daftar kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya (kini UINSA). Untuk biaya hidup dan kuliah, Nor Hasan juga harus kerja.

Taruhan meninggalkan kediamannya untuk kuliah, berjalan mulus hingga lulus. Bahkan, Nor Hasan akhirnya dapat menata kariernya sebagai dosen di IAIN Madura pada tahun1994, yang waktu itu masih bernama STAIN Pamekasan.

Mulai mendapatkan pagutan ekonomi sebagai dosen, suami Nurul Khotimah itu, akhirnya melanjutkan kuliah  di jenjang  S2 pada tahun 1997. Seiring dengan  selesainya kuliah S2, Nor Hasan akhirnya mendapatkan  kepercayaan untuk mengemban  tugas sebagai wakil Ketua III STAIN Madura dari tahun 2000 sampai 2008.

Nor Hasan masih memegang teguh bahwa mencari ilmu hingga akhir hayat. Itulah sebabnya, meski mengemban jabatan tinggi di kampus, masih melanjutkan S3 pada tahun 2008.

Menyelesaikan studi S3, Nor Hasan kembali dipercaya sebagai pimpinan di IAIN Madura dengan amanah sebagai wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Madura sejak tahun 2016.

“Alhamdulillah ini hasilnya, jadi kita ikhtiar dengan sekuat tenaga, nanti akan memetik buahnya, maka konsisten terhadap apa yang kita lakukan akan menjadi kunci sukses,”ujarnya. Kamis (15/10/2020).  (rul/bri/waw)

 

 

 

Komentar

News Feed