oleh

Draf Mutasi Pejabat Sampang Sudah di Meja Bupati

Kabarmadura.id/Sampang-Sejumlah nama atau konsep/draf mutasi dan promosi di lingkungan Pemkab Sampang, sudah diusulkan. Namun dari keterangan pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang, hingga kini masih dalam proses penggodokan oleh pengambil kebijakan, yakni bupati Sampang.

Kepala Bidang (Kabid) Mutasi BKPSDM Sampang Arief Lukman Hidayat mengatakan, bupati Sampang selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yang akan mengambil keputusan terakhir.

Pihaknya tidak bisa membeberkan jumlah pegawai yang diusulkan untuk promosi dan mutasi, karena draf usulan itu sangat dinamis, masih perlu disesuaikan terkait posisi dan kursi jabatan yang kosong.

“Draf usulan mutasi dan promosi pejabat sudah ada di meja bupati, kami hanya sebatas mengusulkan berdasarkan permintaan,” ucap pria yang akrab disapa Yoyok itu saat dikonfirmasi Kabar Madura, Senin (10/2/2020).

Untuk jabatan tinggi pratama (JPT), kata Yoyok, tidak bisa diotak-atik, karena harus menunggu proses lelang atau seleksi terbuka. Sedangkan pejabat yang akan mengalami mutasi dan promosi itu, hanya untuk pejabat administrator, meliputi pejabat esalon 3A ke bawah. Sedangkan targetnya adalah pengisian ke kosongan jabatan dan efektivitas pekerjaan.

“Nanti akan diverifikasi langsung oleh bupati, dicocokkan sesuai dengan tingkat pendidikan, pengalaman dan kompetensinya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol berharap, semua kekosongan pejabat itu dapat segara teratasi, pihaknya mengaku sudah sering meminta secara langsung kepada bupati agar reformasi birokrasi lebih dimaksimalkan, termasuk mengisi jabatan yang kosong dan menempatkan pejabat sesuai kompetensinya.

Namun kata Fadol, bupati memiliki alasan tersendiri, karena ingin betul-betul menempatkan pejabat yang ahli dibidangnya dan sangat selektif, sehingga masih membutuhkan waktu yang relatif lama untuk melakukan pengisian kekosongan pajabat di sejumlah OPD tersebut.

“Kalau secara pribadi, saya sudah sering sampaikan kepada bupati agar segeri isi kekosongan OPD ini, karena bisa menghambat kerja dan kinerja pejabat, maka dalam waktu dekat ini, kami secara resmi (DPRD red) akan berkirim surat untuk mempertanyakan pengisian kekosongan pejabat ini,” ulasnya.

Tterpisah, Bupati Sampang Slamet Junaidi menegaskan, untuk agenda mutasi dan promosi pejabat itu, masih sedang dievaluasi, sebab dirinya berkomitmen dalam mencari dan menempatkan orang-orang yang profesional, maka perlu diseleksi satu per satu, mulai dari latar belakang, keilmuan, kemampuan, kecerdasan dan loyalitas serta totalitasnya.

“Kami memiliki keingin menempatkan pejabat yang kompeten, jika nanti sudah ada pejabat yang memenuhi berbagai krtiteria ini, maka kami akan tempatkan,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada akhir bulan Desember 2019 lalu, Bupati Sampang Slamet Junaidi sudah memutasi dan promosi 135 pejabatnya. Pihaknya juga berjanji akan kembali  melakukannya pada awal tahun 2020, karena masih banyak OPD yang dijabat oleh pelaksana tugas. (sub/waw)

Komentar

News Feed