Draf Penyertaan Modal PDAM Simpang Siur

  • Whatsapp
KM/MIFTAHUL ARIFIN-GAGAL TEREALISASI: Rencana PDAM untuk membangun WTP di pantura layaknya di Kecamatan Proppo gagal terealisasi tahun ini.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Keseriusan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan untuk mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat belum menemukan kejelasan. Faktanya, hingga kini pengajuan draf penyertaan modal PDAM masih simpang siur.

DPRD menyatakan, draf tersebut belum masuk untuk dibahas. Sedangkan PDAM mengklaim draf Raperda tentang Penyertaan Modal sudah masuk ke meja legislasi.

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik mengatakan, hingga saat ini belum menerima raperda penyertaan modal. Jika memang PDAM sudah memasukkan draf tersebut, tambahnya, terlebih dulu dilakukan pembahasan di komisi II sebagai fungsi kontrol terhadap PDAM.

“Nyatanya kami belum menerima laporan apapun dari PDAM terkait draf raperda tentang penyertaan modal tersebut. Jika memang sudah diajukan, tentunya kami yang  duduk di komisi II juga mengetahuinya,” ujarnya, Rabu (13/3).

Apik menegaskan, raperda penyertaan modal PDAM tidak masuk di program legislasi daerah (Prolegda). Alasannya, eksekutif masih belum memasukkan draf raperda tersebut.

“Sampai saat ini kami dari Komisi II masih menunggu, raperda penyertaan modal masih belum masuk drafnya,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengklaim darf penyertaan modal tersebut sudah diajukan.  Menurutnya, draf tersebut diajukan ke Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapempreda) DPRD setempat.

Ditanya mengenai kepastian waktu pengajuan draf tersebut, Agoes tidak merespon. Dengan dalih, sudah lupa.

“Draf penyertaan modal sudah kami ajukan beberapa waktu lalu terhadap Bapemperda. Untuk pengajuannya ini kami sudah lupa. Saat ini kami masih menunggu tindaklanjut pengajuan raperda tentang penyertaan modal,” tukasnya. (ito/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *