Dropping Air Bersih di Sampang Tunggu SK Tim Kabupaten

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST FOR KM) MENGKHAWATIRKAN: Sejumlah desa di Kabupaten Sampang mulai terdampak bencana kekeringan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Memasuki musim kemarau, sejumlah desa di Kabupaten Sampang mulai terdampak bencana kekeringan. Sesuai usulan jumlah desa rawan terdampak, dari total 180 desa yang tersebar di 14 kecamatan terdapat 60 hingga 70 desa rawan kekeringan saat musim kemarau. Kondisi tersebut, rutin terjadi per tahun.

Bahkan, sebagian desa sudah mulai mengalami kelangkaan air bersih. Hanya saja, hingga saat ini belum merencanakan drooping air bersih kepada warga terdampak. Sebab, belum ada keputusan dari tim kabupaten. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Asroni, Minggu (8/8/2021).

Bacaan Lainnya

“Kami sudah terima laporan terkait usulan desa kekeringan dari kecamatan, tapi harus dirapatkan dulu dengan tim kabupaten, untuk memastikan kebutuhan anggaran dan pengkategoriannya, semisal kering kritis, kering langka dan lainya, sehingga droping air lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Moh. Imam. Kata dia, hingga saat ini belum menerima surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terkait informasi musim kemarau dan penekanan penyaluran dropping air untuk wilayah terdampak. Selain itu, belum ada surat keputusan (SK) penetapan desa terdampak dan masih sebatas usulan dari setiap kecamatan.

“Kami masih menunggu SK penetapan desa kekeringan ini, karena itu acuan kami dalam melakukan dropping air bersih. Kemungkinan dalam waktu dekat akan dirapatkan oleh tim kabupaten dan dropping bisa dilaksanakan,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang warga di Kecamatan Ketapang Moh. Rusli (30) mangaku, mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Bahkan, terkadang harus membeli air tangki, lantaran ketersedian air sumur di sekitarnya mulai menipis. Pihaknya meminta, pemkab segera menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mulai terdampak kekeringan.

“Sebagian warga sudah kesulitan mendapatkan air bersih, tapi mengapa belum ada bantuan dropping air dari pemerintah,” responnya.  (sub/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *