DTPHP Kabupaten Sumenep Abaikan Sektor Pertanian Lantaran Minim Anggaran

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BERCOCOK TANAM:Para petani di Kabupaten Sumenep masih menggunakan benih seadanya untuk ditanam.

KABARMADURA.ID,SUMENEP -Keseriusan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Sumenep, untuk memberikan inovasi terhadap petani terkesan lemah. Bahkan, masih stagnan, terlebih untuk peningkatan variasi ragam produktivitas pertanian. Hal tersebut diakui, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Hortikultura DPTPHP, Sufriadi, Selasa (08/12/2020).

Menurutnya, salah satu indikasi belum optimalnya bentuk kepedulian terhadap petani, minimnya anggaran. Sehingga untuk tahun ini, tidak banyak upaya yang dilakukan pemerintah, untuk pengembangan sektor pertanian. Termasuk evaluasinya, hanya mengandalkan bantuan atau program dari pusat.

Bacaan Lainnya

“Hanya menunggu kuota dari pusat, untuk anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sendiri masih belum disediakan, terutama untuk bantuan benih,” ujarnya.

Selain itu, tidak semua kelompok tani (poktan) mendapatkan bantuan benih berkualitas. Sebab, untuk tahun ini instansinya belum mendapatkan jatah benih, baik jagung maupun benih lainnya yang bisa membantu produktivitas para petani. Dia mengaku, hanya mengajukan benih tanaman padi.

“Bahkan untuk tahun 2021 mendatang, dari APBD sendiri juga tidak dianggarkan, begitupun  dari dana pusat. Pada dasarnya kami pesimis, karena belum ada kepastian kuota. Benih padi saja kayaknya, juga masih sekarang diajukan,” bebernya.

Kendati seperti itu, pihaknya berharap agar petani mempunyai berinovasi sendiri, untuk mengembangkan produksi pertanian. Sehingga tidak ada ketergantungan terhadap pemerintah, apalagi, untuk saat ini sudah banyak daerah lain yang mulai sukses di bidang pertanian. “Mulai lah dari bawah, jangan ada ketergantungan pada bantuan saja,” pungkasnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *