DTPHP Kabupaten Sumenep Akui Realisasi Pupuk Bersubsidi Disesuaikan dengan Kebutuhan Petani

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) KURANG OPTIMAL-Sebagian pupuk bersubsidi bertumpuk di salah satu unit kantor pertanian di Kabupaten Sumenep.

KABARMADURA.ID,  SUMENEP – Realisasi bantuan pupuk bersubsidi masih rendah, jika dibandingkan dengan banyaknya petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani (poktan). Sebanyak 99.164 petani, sudah mengantongi kartu tani. Sedangkan 15.092 orang, proses administrasi di perbankan. Mereka tergabung dalam 3.892 poktan dengan jumlah total 121.669 petani.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Sumenep, alokasi pupuk urea 29.748 ton masih terealisasi 23.001 ton atau 77,32 persen. Alokasi Za, 9.009 ton terealisasi 5.534 ton atau 61,43 persen, SP 36 (100) alokasi 4.657 terealisasi 4.309 atau 92,53 persen. Selanjutnya, alokasi pupuk jenis organik 4.145 ton, baru terealisasi 1.457 atau hanya 35,15 persen, jenis NPK 8.774 ton, masih terealisasi 6.480 ton atau 73, 86 persen.

Bacaan Lainnya

Ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan), Annas menyampaikan, beberapa daerah termasuk di Kecamatan Guluk-Guluk sudah hampir satu bulan usia tanamannya. Hingga saat ini, realisasi pupuk belum optimal.  “Karena disini, tanamnya lebih awal, ya ada yang sudah dapat pupuk, juga ada yang masih belum, intinya realisasi pupuk tidak optimal,” katanya, Minggu (29/11/2020).

Sementara itu, Kepala DPTPHP Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyuluh, A.Farid menjelaskan, salah satu penyebab tidak terserapnya pupuk bersubsidi secara utuh, lantaran disesuaikan dengan kebutuhan petani. “Kami rasa untuk tahun ini, stok di bawah masih sesuai kebutuhan, meski memang pupuk bersubsidi itu tidak terserap semua,” tanggapnya.

Selain itu, faktor lambatnya realisasi pupuk bersubsidi, yakni masa transisi ke program kartu tani masih fokus disosialisasikan. Sebab, untuk proses realisasi pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani. “Dengan harapan, pupuk bersubsidi sesuai dengan sasaran atau target yang akan dituju,” paparnya.

Menurut A. Farid, distribusi pupuk bersubsidi diserahkan kepada distributor yang dibentuk oleh perusahaan pupuk. Kemudian, distributor bertugas atau mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan terkait jumlah yang telah didistribusikan kepada petani. Sedangkan, jumlah pupuk bersubsidi yang diberikan kepada petani tahun ini mencapai 13 ribu ton.

“Rencana pembagiannya kepada seluruh poktan yang jumlahnya kurang lebih 4 ribu poktan. Itu yang sudah sampai ke distributor jumlahnya,” tegasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota komisi ll DPRD Kabupaten Sumenep, Juhari menekan agar perhatian kepada masyarakat khususnya petani lebih dimaksimalkan. Sehingga, sektor pertanian ada perubahan dan tidak hanya berjalan di tempat. “Maksimalkan sosialisasi kepada petani, termasuk distribusi pupuk, petani harus cerdas menggunakannya, banyak sedikitnya juga perlu diperhatikan,” responnya. (ara/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *