oleh

DTPHP Sarankan Petani Pakai Varietas Prancak 95

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan meminta petani tembakau tidak menggunakan bibit atau varietas lain selain varietas Prancak 95. Jika petani memaksa menggunakan varietas selain Prancak 95, maka pemerintah tidak bertanggungjawab jika harganya murah atau tidak sesuai dengan keinginan.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman  Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Pamekasan, Nolo Garjito menyampaikan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi tentang varietas Prancak 95 kepada para petani melalui kelompok tani.

“Seluruh kelompok tani di Pamekasan diusahakan melalui pendekatan dan juga perusahan rokok yang dikunjungi salah satunya Gudang Garam,” katanya Rabu (03/04)

Dijelaskan, selain masalah varietas atau bibit tembakau yang harus diperhatikan oleh petani, hal lain yang juga harus diperhatikan petani adalah menjaga kemurnian tembakau dengan tidak  mencampuradukkan tembakau Madura dengan tembakau dari daerah lain.

“Termasuk juga tidak mencampur antara tembakau gunung dengan tembakau sawah, tembakau sawah dengan tegalan dan lain sebagainya,” paparnya.

Ditambahkan, petani juga diminta untuk menjaga kebersihan hasil rajangan tembakau dari unsur-unsur non-tembakau. Menghindarkan anak-anak sebagai pekerja saat musim tanam hingga musim panen tembakau dan yang terakhir petani juga dihimbau agar kalangan ibu-ibu yang ikut bekerja menjaga dari akibat negatif.

“Karena terlalu banyak menghirup nikotin akan semakin berbahaya bagi kesehatan,” tuturnya.

Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nolo melanjutkan, pihaknya menjelaskan tentang waktu yang tepat tanam, yakni Bulan Mei sudah diharapkan memulai musim tanam tembakau.

“Kami berharap juga para petani diharapkan juga untuk menanam waktu yang tepat,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Apik menyampaikan, pemerintah harus siap menyeragamkan benih yang sudah ditentukan pemerintah. Dengan begitu masyarakat akan sadar bahwa memang benih varietas Prancak 95 benar-benar dirasa penting.

Dinas terkait harus selalu memberikan penyadaran dan pendekatan-pendekatan  terhadap para petani mulai sejak dini, supaya masyarakat tidak salah pilih menggunakan benih.

“Para petani harus selalu siap menggunakan benih yang disiapkan pemerintah,” pungkasnya. (km45/pai)

Komentar

News Feed