oleh

Dua Akses Jalan Produksi Garam di Pamekasan Belum Diperbaiki

KABARMADURA.ID, Pamekasan-  Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan belum memastikan untuk pembangunan dua jalan produksi garam di dua desa berbeda. Yakni Desa Majungan dan Lembung. Hanya sumber anggaran dua akses jalan tersebut dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Republik Indonesia (RI) masih terblokir.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pembudidayaan Perikanan Diskan Pamekasan Muhammad Istamam, mengatakan pembangunan dua akses jalan menuju tempat produksi garam milik petani belum bisa dipastikan dikerjakan tahun ini. Sebab status dari anggarannya masih terblokir.

“Anggarannya masih terblokir oleh pemerintah pusat, jadi belum bisa dipastikan pengerjaannya,” ungkapnya, Minggu (27/9/2020).

Dijelaskannya, perencanaan untuk pengerjaannya sejauh ini tinggal menunggu pembukaan blokir anggaran dari pemerintah pusat. Sebab untuk rancangannya sudah dipersiapkan dari awal proyek jalan produksi tersebut proyeksikan. “Untuk pemblokirannya saya tidak tau, itu kewenangan pusat,” paparnya.

Istamam sapaan akrabnya, menegaskan untuk penentuan titik lokasi pengerjaan proyeknya, sudah disesuaikan dengan kebutuhan akses jalan garam masyarakat. Sehingga bisa memudahkan para petani garam dalam pengelolaan lahan tani garamnya.

“Pengerjaannya penunjukan langsung, karena anggaran sekitar Rp200 juta, tapi itu masih menunggu blokiran, nanti kalo blokiran dibuka baru terlaksana,” ulasnya.

Dia juga memaparkan, jika nanti pemblokiran untuk dua jalan produksi tidak dibuka,  maka sudah bisa dipastikan proyek tersebut hangus. Sebab anggarannya berasal dari APBN. “Kalau sudah lewat tahun hangus, tidak tahu apakah di tahun 2021 apakah masih dianggarkan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ahmad salah seorang petani garam saat ditemui Kabar Madura berharap untuk akses jalan menuju lahan petani garam diperbaiki. Sebab jika akses jalannya bagus maka petani semakin mudah. “Kami harapkan jalan menuju lahan kami, terus diperbaiki,” harap nya. (rul/ito)

 

Komentar

News Feed