Dua Bulan Berjalan, Polres Bangkalan Kesulitan Ungkap Kasus Pembunuhan Galis

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) BELUM DIUNGKAP: Kasat Reskrim AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengaku kekurangan bukti ungkap kasus pembunuhan di Galis.

KABARMADURA ID | BANGKALANKasus pembunuhan dua orang di Desa Kelbung, Kecamatan Galis, belum terungkap pelakunya. Kasus tersebut sudah ditangani Polres Bangkalan sejak dua bulan lalu. Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo berdalih, kurangnya bukti untuk menangkap pelaku menjadi kendala.

“Sudah ada 3 saksi yang kami panggil, namun dari keterangan para saksi ini masih belum cukup  dalam pengungkapan tersangka,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sehingga, masih terus mengumpulkan alat bukti. Polisi juga sedang mendalami keterangan saksi-saksi. AKP Sigit beralasan tidak ingin gegabah dan mengikuti prosedur dan tahapan yang benar, seperti analisa dan banyak penyelidikan.

Diketahui, kejadian pembacokan tersebut terjadi di Dusun Kelbung Tengah, Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, yang terjadi pada Senin Malam (30/8/2021) lalu, tepatnya pukul 19.00 Wib. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satunya lagi mengalami luka parah di bagian kepala.

Kedua korban tewas tersebut adalah inisial N dan S, warga Desa Kelbung, Kec. Galis. Mereka ditemukan di lokasi yang berbeda. N ditemukan di dalam sungai dengan kondisi sudah tidak bernyawa setelah mengalami luka sabetan di bagian perut. Sedangkan S ditemukan dalam kondisi berlumuran darah terkena sabetan senjata tajam di bagian pelipis hingga atas telinga.

Terpisah, Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino mengungkapkan, meski pihaknya belum berhasil mengungkap kasus itu. Kasus lainnya seperti penipuan telah berhasil diungkap. Korban mengalami kerugian hampir Rp206 juta. Aksi penipuan itu menggunakan motif berupa bisnis jual beli barang berupa minyak goreng.

“Setidaknya kasus-kasus lain seperti penipuan telah kami ungkap yang terjadi bulan Maret lalu. Pelapor ada dua, berkomunikasi via seluler dengan pelaku,” ujarnya saat memberikan keterangan di Polres Bangkalan.

Salah satu pelapor atau korban yang berinisial AMZ mengalami kerugian sebesar Rp140 juta. Sedangkan korban kedua berinisial AE mengalami kerugian sebesar Rp66 juta. Dengan tersangka berinisial GMS (28) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Motif tersangka melakukan penipuan lantaran terdesak ekonomi keluarga.

“Barang bukti yang kami amankan handphone, percakapan kedua belah pihak dan rekening koran. Uang yang sudah diterima korban sudah habis untuk keperluan sehari-hari,” pungkasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *