Dua Bulan Pelayanan Ditutup, Target PAD Uji Kir di Kabupaten Sampang Sulit Tercapai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) DIBUKA LAGI: Pelayanan pengurusan uji kir kendaraan muatan di Kabupaten Sampang mulai hari ini Selasa (2/6/2020) kembali dibuka setelah sekitar dua bulan ditutup.

Kabarmadura.id/Sampang-Di tengah merebaknya wabah Covid-19 di daerah yang berjuluk Kota Bahari, Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang kembali membuka layanan uji kir setelah ditutup selama dua bulan terakhir.

Kepala Dishub Sampang Aji Waluyo mengatakan, pembukaan kembali pelayanan uji kir sesuai dengan surat Kepala Dishub Sampang Nomor: 550/274/434.210/2020 tertanggal (27/05/2020) tentang pembukaan pelayanan pengujian kendaraan bermotor, yang sebelumnya ditutup karena Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Mulai hari ini, kantor pelayanan uji kir ini resmi dibuka kembali, dengan penekanan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku,” ujar Aji Waluyo kepada Kabar Madura.

Dengan dibukanya kembali pelayanan uji kir tersebut, Aji (sapaan akrabnya) berjanji tetap menerapkan standar protokol kesehatan demi mencegah penyebaran wabah Covid-19, yakni tetap menerapkan physical distancing dan wajib mengenakan masker.

Lanjut Aji, bagi masyarakat yang kir kendaraannya mati selama pelayanan ditutup karena wabah Covid-19, maka tidak dikenakan denda. Pihaknya mengimbau bagi pemilik kendaraan uji kirnya yang sudah melewati batas waktunya, segera dilakukan uji kir kembali dengan tetap mengedepankan kesehatan.

“Selain itu jam pelayanan juga dibatasi yakni mulai pukul 08.00 sampai 11.00 siang. Pembukaan kembali ini karena banyaknya permintaan dari masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Perhubungan Darat Dishub Sampang Hotibul Umam menambahkan, meski pelayanan uji kir sudah dibuka kembali, pihaknya masih pesimis target pendapatan asli daerah (PAD) dari jasa pengujian kir tersebut dapat terpenuhi.

Disinggung soal besaran target PAD uji kir dan potensi kendaraan yang wajib uji tersebut, Hotib berkilah tidak tahu secara detail, tapi jika mengaca pada tahun sebelumnya dalam satu tahun target uji kir sekitar Rp200 juta.

Sedangkan potensi kendaraan barang wajib uji per enam bulan sekitar 5.000 unit kendaraan, setiap kendaraan yang melakukan uji kir dipatok sekitar Rp40.000 per unit, sedangkan untuk biaya ganti buku kir per satu tahun hanya senilai Rp25.000.

“Kalau soal target PAD uji kir ini dapat terpenuhi dan tidak, kami belum bisa memastikan, karena hingga kini masih terus berjalan, tapi jika melihat kondisi dan antusiasme pemilik kendaraan untuk uji kir, kami malah tidak yakin PAD kali ini bisa terpenuhi,” tandasnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *