oleh

Dua Caleg Dijatuhi Sanksi Administratif

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Dua orang calon anggota legislatif (caleg) Kabupaten Pamekasan, mendapatkan sanksi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur. Kedua caleg itu terbukti melakukan pelanggaran administrasi pemilu dengan mendahului ketentuan kampanye di media massa.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, kedua caleg tersebut merupakan peserta pemilu yang berangkat sebagai caleg DPRD kabupaten. Keduanya dijatuhi sanksi adminstrasi setelah terbukti melakukan pelanggaran kampanye pemilu.

Pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh kedua caleg itu, berupa penayangan berbau kampanye di salah satu media cetak sebelum waktu kampanye dimulai. Setelah ditemukan oleh Bawaslu Pamekasan, kemudian proses penanganannya dilakukan Bawaslu Jatim.

“Kami sudah melakukan penindakan berupa sanksi administrasi pada dua caleg itu,” katanya Kamis (4/4)

Menurut Bawaslu, terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pelanggaran administrasi pemilihan umum, kedua memberikan teguran tertulis kepada terlapor. Ketiga, memerintahkan KPU Kabupaten Pamekasan untuk mengurangi atau tidak melibatkan terlapor selama tiga hari masa penayangan iklan kampanye pada masa atau tahapan penayangan iklan kampanye selama 21 hari sebelum dimulainya masa tenang.

“Kami memaksimalkan pengawasan untuk menciptakan pemilu yang benar-benar berdemokrasi,” terangnya.

Selain memberikan sanksi kepada caleg, Bawaslu Pamekasan juga sudah melakukan tindakan penertiban alat peraga kampanye (APK) yang dipasang di tempat yang melabrak aturan penempatan APK pemilu 2019. Dari sembilan kali tahapan penertiban yang dilakukan Bawaslu, tercatat lebih dari seribu APK yang ditertibkan dari berbagai titik terlarang.

“Ada ribuan pelanggaran APK yang sudah kita tertibkan selama sembilan kali penertiban,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Pamekasan Suli Faris mengatakan, sebagai pengawas pemilu, Bawaslu harus bersikap netral dan tidak boleh tebang pilih terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh peserta pemilu.

Oleh karenanya, Suli mendesak agar seluruh APK yang berada di zona terlarang dibersihkan tanpa tebang pilih. Kemudian Suli juga meminta, agar Bawaslu tetap konsisten dalam mengawasi selama tahapan kampanye. Jika ditemukan ada peserta pemilu yang melanggar, Suli meminta agar Bawaslu tak segan memberika sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Kedudukan partai itu sama. Bawaslu jangan tebang pilih dalam melakukan penindakan,” katanya. (pin/waw)

Komentar

News Feed