Dua Desa Akan Disasar Program Desmigratif

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Pamekasan – Untuk meningkatkan kesejahteraan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI),  pemerintah pusat mencanangkan program Desa Migran Produktif (desmigratif). Khusus Kabupaten Pamekasan, ada dua desa yang terpilih menjadi sasaran program ini, diantaranya Desa Tebul Barat dan Desa Tampojung Gua.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan Arif Handayani menyampaikan, Desa Tebul Barat dan Tampojung Gua masih dalam proses pengusulan lapangan pekerjaan yang sekiranya berpotensi di dua desa tersebut. “Masing -masing desa mendapatkan dua lahan pekerjaan,” ungkapnya, Rabu (26/6).

 

Arif melanjutkan, saat ini sedang dilakukan proses penelitian potensi di dua desa tersebut. Jika selesai, nantinya lapangan pekerjaan akan diusulkan pada pemerintaah pusat, termasuk pendamping desa dan lain sebagainya.

“Kami masih belum ada pandangan terkait lapangan pekerjaan itu,” paparnya.

 

Meski demikian, pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan tugas berdasarkan amanat Peraturan Menteri Ketenagakerjaanan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Komunitas Pekerja Migran di Desa Migran Produktif.

“Insya Allah minggu depan sudah selesai dan bisa diketahui potensi desa di dua desa tersebut,” ujarnya.

 

Disamping itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepala desa yang bersangkutan. Sehingga legalitas usaha tetap berlaku. “Hal itu juga membantu janji politik bupati yang akan merencanangkan program 10 ribu wirausaha itu,” ujarnya.

 

Arif melanjutkan, seperti pada tahun sebelumya, di Desa Bansereh, dibuat satu kelompok usaha katering jajanan dan kelompok usaha ayam daging . Sementara di Desa Tamberuh dibuat kelompok usaha untuk pembuatan petis dan pembuatan kerupuk, masing -masing kelompok 20 orang.

“Sasaran program tersebut didominasi oleh masyarakat desa pantura yang menjadi penyumbang terbanyak jumlah TKI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI),” ungkapnya.

 

Mengenai anggaran, pihaknya belum bisa menentukan. Sebab, lowongan pekerjaan di masing-masing desa belum diketahui. “Jika nanti sudah diketahui maka akan mengusulkan jenis lapangan pekerjaan disertakan dengan kebutuhan anggaran,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur menyampaikan, program desmigratif merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan membangun masyarakat desa produktif.

Sayangnya, program tersebut belum merata di wilayah Pamekasan, utamanya program infrstruktur sudah ditiadakan, hal ini menjadi evaluasi bersama utamanya dinas terkait sebagai leding sektornya.

“Saya berharap masyarakat senantiasa menyadari bahwa program desmigratif merupakan upaya pemerintah, agar seluruh masyarakat desa menjadi produktif tanpa harus bekerja ke luar negeri,” paparnya.

Pihaknya juga berjanji bakal mengkaji ulang akan pentingnya desmigratif tersebut. Asas manfaat dan midaratnya juga akan dipertimbangkan

“Saya akan kaji lebih mendalam,” pungkasnya (km45/rei)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *