Dua Desa di Sumenep Belum Menikmati DD dan ADD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DISALURKAN: Tidak semua desa mencarika DD hal itu dikarenakan ada persyaratan yang belum selesai.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Memasuki pertengahan triwulan kedua, Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) masih tidak terealisasi secara merata. Hal itu karena sebagian desa masih belum memenuhi persyaratan dalam pencairan DD dan ADD tersebut.Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Moh. Ramli mengatakan, dari 334 desa dan kelurahan masih ada dua desa yang belum bisa mencairkan anggaran pendapatan asli desa (APBDes).

“Mekanismenya kalau DD menunggu laporan dari desa, tapi kalau ADD kan wilayah kabupaten, tetapi jika ada ketentuan yang belum diselesaikan maka otomatis tidak akan cair,” katanya, Senin (10/11/2011).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, salah satu yang menjadi kendala adalah pelaporan keuangan masih belum diselesaikan, termasuk RAPBDes juga masih diabaikan oleh desa, sehingga DD dan ADD tidak dapat dinikmati.

Termasuk menurut pria asal Kecamatan Pasongsongan itu, yang menjadi sebab juga adalah ada pekerjaan yang tahun 2020 masih belum terlaksana, sehingga hal itu sangat berpengaruh pada kelancaran realisasi DD dan ADD.

“Masih tersisa, tapi sedikit, hanya dua desa. Kami sudah koordinasikan dengan camatnya, laporan dan rancangan APBDesnya, sehingga tidak bisa cair sampai saat ini,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, dua desa yang belum mencairkan DD dan ADD yakni Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan dan Desa Batu Ampar Kecamatan Guluk-Guluk.

Sekadar diketahui tahun 2021 pagu besaran DD adalah Rp337.720.100.000. Sedangkan ADD Rp119.431.876.200 untuk seluruh desa di kabupaten paling timur Pulau Madura ini.

“Kami mengimbau sudah, padahal yang rugi desa sendiri, bagaimana pekerjaan-pekerjaan selanjutnya,” pungkasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *