Dua Hari 4.500 Warga Perantauan Datang Naik Bus

  • Whatsapp
(KM/FAIN NADOFATUL M.) DIPERKETAT: Terlihat petugas sedang melakukan pengecekan dan penyemprotan Disinfektan kepada

Kabarmadura.id/Bangkalan– Sejak masuknya ribuan para pemudik di Madura dari berbagai daerah. Petugas yang terdiri dari gabungan Kepolisian Resort Bangkalan bersama Koramil, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) mulai memperketat akses keluar masuk Pulau Garam di Jembatan Suramadu. Setiap harinya ada ratusan bus antar kota yang membawa pemudik masuk Madura.

Untuk arah dari Surabaya menuju 3 Kabupaten lainnya. Pihak Dishub telah mengalihkan perjalanan dengan memasuki terminal Bangkalan. Disana para petugas melakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan Thermal Gun bagi penumpang dan sopir bus.

Sedangkan dari arah Sampang menuju keluar pulau Madura yaitu Surabaya. Petugas dari kepolisian dan koramil juga melakukan penyemprotan disinfektan baik kepada angkutan roda dua hingga empat dan bus antar kota juga. Untuk bus antar kota akan diberhentikan dan dilakukan penyemprotan khusus bagi penumpang dan sopir bus.

Kasat Intelkam Polres Bangkalan Iptu Akhmad Junaedi menuturkan, untuk kemarin sampai tadi pagi jam 04.00 WIB. Sudah ada 78 bus yang masuk terminal Bangkalan dengan penumpang ke Madura. Dimana penumpang tersebut tersebar se-Madura.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, Ariek Moein mengatakan, bahwa sejak tanggal 28 Maret lalu. Ada puluhan bus baik busa pariwisata maupun bus antar kota sudah memasuki Bangkalan. Dimana jumlah penumpangnya sudah melebihi ribuan.

Ditempat terpisah, Kepala Polres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra yang melakukan perketatan jalur keluar Madura mengatakan, setidaknya untuk hari ini (30/3) sudah ada 100 bus antar kota yang keluar dari pulau Madura. Semua bus antar kota yang akan keluar dari Madura diberhentikan untuk disemprotkan disinfektan.

“Kendaraan roda dua dan roda empat seperti mobil pribadi dan truk juga disemprot agar steril,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan, dalam penyemprotan tersebut akan dilakukan sampai 24 jam. Dalam pelaksaannya, pihaknya telah menurunkan 12 personel dengan cara bergantian. Selain personel Polres Bangkalan, juga diterjunkan anggota TNI, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dishub. Sampai kapan akan dilakukan penyenprotan dan perketatan pintu masuk dan keluar Jembatan Suramadu ini. AKBP Rama menjelaskan, akan terus dilakukan hingga meredamnya virus ini.

“Nanti secara bergantian. Karena kegiatan ini sampai 24 jam, agar bisa mengantisipasi pencegahan virus Corona,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Muhni mengatakan, hingga hari ini (30/3) informasi yang ia terima. Sudah ada sekitar 85 bus yang membawa pemudik masuk Madura. Bus-bus tersebut yang menurunkan di empat Kabupaten yang ada di Madura. Menurutnya, memang banyak pemudik yang pulang secara diam-diam dari perantauan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Alhamdulillah tidak ada pemudik yang sakit atau positif,” tuturnya.

Untuk antisipasi membludaknya pemudik ini yang pulang secara diam-diam. Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) ini menyampaikan, tidak bisa menolak bus yang membawa pemudik itu sendiri jika sudah masuk Terminal Bangkalan. Sehingga, langkah yang bisa dilakukannya yakni dengan melakukan penyemprotan pemudik di Terminal Bangkalan dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh saja.

“Ya kita mau menolak gimana kalau KTP mereka semua asalnya dari Madura,” pungkasnya. (ina/bri)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *