Dua Kali Usulan Gagal, Terkait Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional 

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) PERLU EVALUASI: Minimnya bukti menjadi salah satu kendala belum diterimanya usulan Pangeran Trunojoyo di Sampang sebagai pahlawan nasional.

KABARMADURA.ID |  SAMPANG -Pematangan usulan pengangkatan nama Pangeran Trunojoyo sebagai pahlawan nasional kembali gagal. Padahal upaya pengajuan sudah dua kali. Hanya saja, belum ada hasil dan perlu adanya evaluasi khusus. 

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, Pangeran Trunojoyo merupakan sosok tokoh yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Dia merupakan tokoh Madura yang memberontak ke Kerajaan Mataram di bawah pimpinan ayahnya sendiri yakni, Amangkurat I, lantaran berpihak ke Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). 

Sehingga, pemerintah berinisiatif untuk mengajukannya sebagai pahlawan nasional. Namun sebelumnya, pemkab masih melakukan kajian yang melibatkan beberapa unsur. Masing-masing, sejumlah ahli sejarah Madura, akademisi dari sejumlah perguruan tinggi dan Dewan Pembangunan Madura (DPM). 

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Sampang Sudarmanto mengakui, jika sudah beberapa kali mengajukan ke pihak terkait tanpa hasil maksimal alias masih ditolak. Sehingga berencana, akan melengkapi kekurangan dari pengajuan tersebut. “Sudah dua kali kami ajukan. Namun masih ditolak. Kemungkinan ada yang kurang lengkap,” ujarnya, Rabu (10/11/2021). 

Sudarmanto mengungkapkan, pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai pahlawan nasional harus dilanjutkan. Sebab dari sejarah, perannya cukup besar untuk bangsa Indonesia. “Kami masih lemah pada narasi. Sehingga masih ditolak dan kami akan membenahinya. Yang pasti kami ajukan ulang,” janjinya. 

Selain itu, pihaknya masih melengkapi bukti pendukung. Sehingga benar-benar terbukti berperan dalam kemerdekaan. Menurutnya, beberapa bukti yang menjadi persyaratan mengenai catatan perjalanan dan perjuangan Pangeran Trunojoyo. 

Termasuk alasan pemberontakannya terhadap Kerajaan Mataram. Sementara bukti lainnya berupa penangkapan tokoh yang lahir di Dusun Pebabaran Kelurahan Rongtengah Sampang oleh pemerintah VOC. 

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *