Dua Kantor Pelayanan Ditutup, Dispendukcapil Maksimalkan MPP

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BEROPERASI: Warga saat melakukan pembuatan KTP melalui ADM di Dispendukcapil di MPP Bangkalan Plaza lantai 3 Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN  – Dua pelayanan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bamgkalan ditutup. Pejabat memaksimalkan mall pelayanan publik (MPP). Hal tersebut dilakukan setelah keluarnya edaran Satgas Covid-19 Bangkalan bahwa Kepala Dinas Dispendukcapil Positif terinfeksi Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG)

Salah satu warga Desa Dupok, Kecamatan Kokop Abdul Ghafur mengaku kecewa atas ditutupnya pelayanan dikantor Dispendukcapil Bangkalan. Sebab, dirinya sebelumnya tidak mengetahui adanya penutupan tersebut. ”Saya dari Kokop lumayan jauh, ternyata malah tidak dibuka,  padahal hendak mengurus akta kelahiran anak saya,” ulasnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Ghafur, jika memang ditutup lantaran ada yang positif Covid-19 seharusnya pemerintah bisa menanganinya dengan disemprot desinfektan dan membatasi warga yang masuk. ”Jika ditutup tanpa pemberitahuan, kasihan warga yang setiap hari bolak balik ke Bangkalan, sedangkan jaraknya jauh,” ulasnya.

Kasi Identitas Dispendukcapil Bangkalan, Agus Suharyono menyampaikan, penutupan sementara agar dapat mencegah perluasan  Covid-19 di Dipsendukcapil Bangkalan. Sehingga, semua aktivitas pegawai dihentikan dan bekerja dari rumah masing-masing. ”Ini berdasarkan keputusan pimpinan, karena memang sangat meresahkan, kata Agus.

Pelayanan Dispendukcapil Bangkalan hanya ditutup di lingkungan kantor. Sedangkan sisanya masih melayani di mall pelayanan publik (MPP) dengan menaati protokol kesehatan (prokes) yang ketat, dan petugas yang bergantian. ”Pelayanan di MPP kami maksimalkan, selain pembuatan akta kelahiran dan surat pindah kependudukan,” jelasnya.

Mengenai informasi penutupan, Agus sudah menyampaikan melalui kecamatan. Sebab, kondisinya memang cukup mendadak. Selaitn itu, agar tidak membahayakan kondisi warga yang datang. ”Kondisi seperti ini memang sangat dikhawatirkan, makanya kami tidak mau ambil risiko untuk tetap buka,” pungkasnya. (km59/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *