Dua Nama Cawabup Pamekasan Disebut Bukan Heru dan Fattah Jasin

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID;PAMEKASAN-Dua sosok yang digadang-gadang menjadi calon wakil bupati (cawabup) Pamekasan, yakni Heru Budi Prayitno dan Fattah Jasin, dipastikan belum terdaftar secara resmi di Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Bupati Pamekasan.

Anggota Panlih Wakil Bupati Pamekasan, Ismail memastikan, sampai saat ini pihaknya belum menerima satu pun nama yang akan mengikuti tahapan pemilihan wabup Pamekasan. Dia mengatakan, selama ini Panlih memilih untuk bersikap pasif. 

Sebab menurutnya, sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, apabila bupati atau wakil bupati meninggal dunia, maka penentuan pengganti jabatan kososng itu menjadi hak partai pengusung untuk menyampaikan dua calon yang akan dimunculkan.

Kemudian kata Ismail, bupati merekomendasikan dua nama tersebut ke pimpinan DPRD untuk diparipurnakan dan melakukan pemilihan. 

“Nah, sampai detik ini, ketua DPRD Pamekasan ini masih belum menerima rekomendasi dua nama ini dari partai pengusung. Jadi saya kira salah besar kalau menyebutkan bola hari ini ada di DPRD,” terangnya, Rabu (6/10/2021).

Ismail menegaskan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu adanya surat dari partai pengusung dan bupati tentang nama-nama yang akan didaftarkan sebagai calon pengganti wakil bupati. 

Sebab, sambung dia, secara regulasi, DPRD hanya bertugas untuk memilih dan mengesahkan nama pengganti wakil bupati. Kemudian menyampaikan hasil pemilihan itu ke menteri dalam negeri melalui gubernur. 

“Intinya, adanya pengganti wakil bupati atau tidak, itu tergantung partai pengusung dan bupati sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, munculnya dua nama, yakni Heru Budi Prayitno dan Fattah Jasin, dinilai belum final di internal partai pengusung. Hal itu dikuatkan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pamekasan, Rida’i.

Menurut Rida’i, pembahasan di internal partai pengusung belum final. Bahkan kata dia, sejauh ini, nama yang muncul masih Fattah Jasin dan H. Fandi, bukan Fattah Jasin dan Heru Budi Prayitno. 

“Sebetulnya kami (Gerindra, red) tetap menginginkan putra asli Pamekasan. Bupati pun pasrah ke partai pengusung, tapi partai sendiri masih bingung siapa yang akan direkomendasi. Akhirnya masih saling lempar,” tukasnya.

Rida’i memastikan, kendati saat ini dua nama, yakni Fattah Jasin dan Heru Budi Prayitno muncul ke permukaan, bahkan seolah-olah dua nama itu sudah ada di DPRD, panlih tetap tidak bisa melakukan tahapan apapun, kecuali dua nama itu sudah masuk ke DPRD.

“Informasi terakhir masih belum final dua nama itu. Artinya masih ada kemungkinan bisa berubah. Yang jelas, daripada Heru (Heru Budi Prayitno, red), mending H. Taufik (Ketua DPC Partai Gerindra Pamekasan Taufiqurrahman, red), karena kami punya empat kursi,” tandasnya.

Reporter: Miftahul Arifin

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *