Dua OPD di Bangkalan Krisis Program Irigasi

(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) HARUS BERINOVASI: Perlu matangkan koordinasi dengan provinsi maupun pusat untuk memaksimalkan program irigasi di daerah Bangkalan. 

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Secara umum program irigasi tersebar di dua instansi. Masing-masing di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan  Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun).  Namun tahun ini, tidak jauh berbeda  dengan DPUPR. Instansi yang membidangi tentang pertanian juga tidak kebagian anggaran dari kegiatan tersebut.

Sehingga  hanya mengandalkan dana dari pokok pikiran (pokir) DPRD setempat. Bahkan sejak tahun 2020 kemarin, pertanian tidak memperoleh kegiatan irigasi. Perbaikan dan pembangunan irigasi di lahan pertanian selama ini berasal dari pokir dewan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Perencanaan dan Evaluasi Dispertahorbun Bangkalan Chk Karyadinata, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, di tahun 2021 program irigasi dari pokir berada di lima kecamatan. Masing-masing, Kecamatan Modung, Tanah Merah, Burneh, Blega dan Kwanyar. Lokasi tersebut mendapat pekerjaan irigasi berupa pembangunan baru. “Kalau tidak salah per-kecamatan ini dianggarkan Rp100 juta. Kalau murni anggaran dari kami tidak ada,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya menuturkan, salah satu faktor nihilnya program irigasi di instansinya akibat refocusing anggaran. Sehingga tidak ada anggaran yang tersisa untuk program tersebut. Begitu pula di tahun 2022 mendatang. Sebab anggaran akan difokuskan terhadap pada Bangun Bangkalan Sejahterakan Petani (Bang Jani).

“Alhamdulillah pokir di empat kecamatan sudah selesai. Terakhir sekitar bulan lalu,” paparnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Bangkalan Abdul Aziz meminta, dinas terkait tidak mengandalkan pokir dari dewan.  Melainkan harus jemput bola untuk meminta program perbaikan dan pembuatan irigasi baru di lahan pertanian. “Dinas harus bisa koordinasi ke provinsi atau bantuan dari pusat lainnya. Jangan mengandalkan dari pokir, karena irigasi di Bangkalan ini masih banyak yang butuh perbaikan dan pembuatannya,” responnya.

Reporter:Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.