oleh

Dua Opsi Stabilkan Harga Daging Ayam Ternak

Kabarmadura.id/Pamekasan – Peternak ayam mulai gelisah dengan merosotnya harga ayam ternak. Kegelisahan para peternak itu turut dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Sebab dari kisaran harga stabil Rp35 ribu turun hingga Rp18 ribu.

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pamekasan Bambang Prayogi mengaku ikut prihatin. Menurutnya, duka peternak juga merupakan duka pemerintah dan sebaliknya jika peternak senang pihaknya juga turut senang.

Dengan begitu, dia menegaskan, tidak akan tinggal diam, melainkan selalu melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Pusat terkait harga hewan ternak.

Bahkan berjanji akan selalu memantau pergerakan harga hewan ternak. Dia menjelaskan kemerosotan harga ayam ternak tidak hanya terjadi di daerah Pamekasan, melainkan juga di seluruh daerah di Pemprov Jatim. Diyakini hal itu dikarenakan adanya wabah Covid-19.

“Ini bukan hanya terjadi di kabupaten Pamekasan tetapi di seluruh wilayah di Jatim, bahkan di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifuddin menjelaskan, pada dasarnya bisa mengusulkan dua cara untuk menjaga pergerakan harga ayam ternak agar tetap stabil.

Pertama memperkecil penyuplaian hewan ternak di Kabupaten Pamekasan. Menurutnya, penyebab turunnya harga ayam ternak dikarenakan tinggi persediaan hewan ternak sementara daya konsumsi rendah.

Upaya memperkecil suplai ketersediaan hewan ternak bisa dilakukan dengan tindakan pengawasan penyuplaian hewan ternak dari luar Madura perlu dikendalikan. Namun hal itu, sedikit sulit dan perlu intens melakukan pengawasan.

Opsi kedua lanjut Sjaifuddin, meningkatkan daya konsumsi masyarakat terhadap hewan ternak dengan cara menjadikan ayam ternak sebagai komoditi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan menggandeng Dinas Sosial (Dinsos).

Dengan begitu, harga ayam ternak bisa stabil. Menurutnya, yang dirasakan peternak cukup parah, lantaran biaya produksi sebesar Rp17 ribu harga ayam ternak hanya mencapai Rp18 ribu, karenanya menurutnya wajar jika peternak mengeluh.

“Kami nanti bisa tekan suplainya atau kami tingkatkan konsumsi masyarakatnya. Nanti kami bisa kerjasama dengan Dinsos untuk dijadikan BPNT,” tukasnya. (ali/ito)

 

 

Komentar

News Feed