oleh

Dua Orang Pasien DBD Meninggal

Kabarmadura.id/SUMENEP Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti masih mengancam warga Kabupaten Sumenep. Pada awal tahun 2019, terdapat sekitar 200 pasien penderita DBD. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. A Fatoni.

“Ada sekitar 200 orang di awal tahun ini, terhitung dari Januari hingga Februari. Ini tentu perlu kami sikapi agar jumlahnya tidak bertambah semakin banyak,” ujarnya.

Menurutnya, rasio jumlah terbanyak pasien yang menderita penyakit DBD adalah dari Kecamatan Kota dan  Kalianget. Bahkan, menurutnya sudah ada 2 orang yang menginggal akibat virus DBD tersebut.

Pada tahun sebelunya, yakni 2018 pihaknya mengaku bahwa jumlah pasien DBD selama satu tahun berkisar 500-an orang, dan satu orang meninggal dunia.

“Untuk awal tahun ini jumlah pasien DBD mengalami penurunan dari jumlah tahun sebelumnya. Ini kan masih awal tahun, semoga saja tidak bertambah lagi jumlah itu,” katanya.

Sejauh ini yang dilakukan pemerintah adalah melakukan pencegahan melalui sosialisasi kebersihan lingkungan dan juga melakukan fogging atas dasar permintaan masyarakat.

“Kami melakukan fogging atas dasar permintaan masyarakat, di mana sarang nyamuk berada, tentu akan dilakukan fogging,”pungkasnya. (km43/pai)

Komentar

News Feed