Dua Pekan, Kasus DBD di Sampang Meningkat

(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) WASPADA: Petugas kesehatan melakukan fogging di Sampang untuk membasmi nyamuk.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sampang meningkat drastis dalam dua pekan. Tercatat sebanyak 42 kasus sejak awal tahun. Hal tersebut diungkapkan Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang Samsul Hidayat, Minggu (23/1/2022).

Menurutnya, pada tanggal 17 Januari kasus DBD masih di angka 37 penderita. Namun per tanggal 20 Januari 2022, jumlah kasus mengalami lonjakan. Yakni, sebanyak lima penderita kasus DBD. Namun dari hasil pemetaan kasus terdapat tiga kecamatan. Masing-masing, Kecamatan Kota, Omben dan Torjun.

Selain itu dia mengaku, telah melakukan upaya pemberantasan nyamuk melalui setiap puskesmas yang ada di Sampang. Teknisnya, melibatkan perangkat desa dan warga setempat. Sehingga penanganan jentik nyamuk bisa segera teratasi. Salah satu langkahnya, menyiapkan petugas yang nantinya bisa bekerja sama dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Mereka nanti bisa secara mandiri melakukan penanggulangan jentik dan memberantas sarangnya,” ujarnya.

Sedangkan teknis di lapangan, masyarakat fokus pada pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sebab hal itu dinilai lebih efektif dilakukan dibandingkan penyemprotan obat atau fogging. “Dibandingkan fogging lebih efektif PSN. Karena PSN itu, kami memberantas dari akar. Sedangkan, fogging hanya membunuh nyamuk,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menekankan agar masyarakat mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menerapkan pola mengubur, menguras dan menutup (3M). Sehingga dengan upaya itu, mampu menekan penyebaran jentik. “Mudah-mudahan langkah kami ini bisa membasmi perkembangbiakan nyamuk,” harapnya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.