Dua Peserta PPPK Fungsional Guru di Sumenep Dinyatakan Gugur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERSEMANGAT: Salah satu calon guru PPPK yang selesai mengurus pemberkasan di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, kemarin.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Jumlah hasil seleksi kompetensi tahap I pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) fungsional guru di lingkungan Kabupaten Sumenep berkurang dua orang. Semula 560 peserta yang lolos kini menjadi 558 peserta. Dua peserta tersebut meninggal dunia dan mengundurkan diri.

Ketua Koordinator Pemberkasan PPPK Tahap I Buhari mengatakan, peserta yang lolos ada yang mengundurkan diri dan meninggal dunia. Untuk yang meninggal dunia yakni, salah satu guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangarangan 1 atas nama Ahmad Zaini. Sedangkan yang mengundur diri adalah Nasir asal Batuputih Sumenep.

“Yang mengundurkan diri karena lebih memilih menjadi perangkat desa,” katanya, Kamis (13/01/2022).

Dikatakannya, saat ini fokus pada pemberkasan. Sebab, masih ada beberapa yang harus dibenahi. Jika tidak segera diurus daan melebihi waktu yang ditentukan, maka dianggap memundurkan diri.

”Sudah pemberkasan, masih menunggu verifikasi. Jika nomor induk PPPK keluar otomatis statusnya berubah,” jelasnya.

Ditanya tentang apakah yang lolos PPPK tersebut termasuk guru sertifikasi? Menurutnya, untuk sementara tidak bisa dipastikan mengenai hal tersebut. Sebab, sistem unggahnya perorangan bukan kolektif.

“Pemberkasan yang lolos tes seleksi PPPK tahap I batas akhirnya pada Senin (10/01/2022) lalu mengenai unggah berkasnya. Terkait segala sesuatunya harus menunggu informasi selanjutnya,” paparnya.

Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Ferdina membenarkan, peserta yang lolos tes PPPK berkurang dua orang.

“Karena mengundurkan diri, satunya meninggal, saya harap guru PPPK dapat mengabdikan diri pada negara,” singkatnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sumenep Nurus Salam berharap, agar dinas terkait mempercepat proses pemberkasan peserta yang lolos PPPK. Sehingga, dalam tahun ini peserta langsung bisa mengajar sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Secara de jure sudah lulus. Tetap perlu adanya legalitas baru yang sesuai dengan perundang-undangan yang ada,” paparnya.

Untuk peserta yang meninggal dunia dan memundurkan diri, tentu menjadi evaluasi bersama, termasuk harus ada regulasi terkait persoalan tersebut. Sehingga ketika ada yang meninggal bisa langsung digantikan atau ada solusi yang diatur dalam regulasi tersebut.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *