Dua Saksi Lapangan Kasus Aliran Dana Desa Berseberangan

  • Whatsapp
KM/dok-PROYEK ADD/DD: Sejumlah warga saat menjadi buruh dalam pembuatan jalan.

– Kasus Aliran Fee DD Terus Menggelinding

– Paguyuban Camat Jadi Polemik

Kabarmadura.id/SAMPANG-Kasus fee dana desa (DD) terus menggelinding di Kabupaten Sampang. Nyanyian mantan Camat Kedungdung A. Junaidi yang menyebutkan ada dua orang saksi mata dalam proses penyetoran fee DD tahap pertama, kini terus terus menguak.

Terungkap, penyetoran tersebut diduga kuat berlangsung di rumah Suryanto, pengurus Paguyuban Camat yang disaksikan langsung oleh Sulhan selaku Camat Tambelangan 2016.

“Di meja transaksi penyetoran fee DD ada camat Tambelangan dan Suryanto. Kedua orang ini tahu betul alur penyetoran yang diberikan,” kata A. Junaidi.

Saat dikonfirmasi, mantan Camat Kota Sampang Suryanto yang kini menduduki kursi pejabat di Satuan Politisi Pamong Praja (Satpol-PP), mengaku tidak tahu pengajuan fee DD tersebut. Kendati demikian, pihaknya tidak menampik adanya paguyuban camat.

“Tidak ada fee waktu itu. Saya tidak tahu menahu. Kalau paguyuban camat, memang ada,” kelitnya.

Disinggung mengenai penyetoran uang yang dilakukan A. Junaidi, Suryanto tidak membenarkan hal itu. Suryanto tidak mau menanggapi penjelasan A. Junaidi. Namun jika ada laporan kepada pihak yang berwajib dan menyeret pihaknya, ia memastikan akan mengikuti prosedur yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Kita negara hukum. Ya kita harus patuh pada hukum,” tandasnya saat dikonfirmasi via telepon.

Terpisah, Camat Tambelangan Moh. Sulhan langsung menegaskan tidak tahu kasus yang menyeret mantan Camat Kedungdung A. Junaidi. Bahkan, pihaknya tidak mau komentar mengenai kasus tersebut.

“Saya tidak tahu. Tidak bisa komentar kalau masalah itu,” singkatnya.

Disinggung tentang paguyuban camat pada 2016, lagi-lagi Sulhan mengaku tidak ada. Hal itu bertolak belakang dengan penjelasan Suryanto. Menurut Suryanto ada paguyuban camat.

“Tidak ada itu paguyuban camat. Dari dulu sampai sekarang tidak ada,” tambahnya.

Sebelumnya, Amiruddin selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang yang pada tahun 2016 duduk di Kepala Bappemas mengelak adanya paguyuban camat. Hal tersebut juga bertolak belakang dengan pernyataan yang dilontarkan Suryanto yang menyebutkan adanya paguyuban camat pada 2016 silam. (awe/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *