Dua Santri Jadi Korban Kera Liar, Dua Ekor Berhasil Ditangkap

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MASIH MERESAHKAN: Perburuan kera liar oleh seorang warga asal Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang, Sampang berhasil melumpuhkan satu ekor.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN Perburuan kera liar di kawasan Desa Kacok Kecamatan Palengaan akhirnya membuahkan hasil. Satu ekor kera liar yang kerap meresahkan warga akhirnya berhasil dilumpuhkan. Penangkapan itu dilakukan oleh seorang pemuda asal Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Palengaan Iptu Sri Sugiarto, menerangkan, pria yang berhasil menangkap kera liar tersebut memang memiliki hobi dan ahli dalam memburu burung. Namun, kendati berhasil menangkap satu ekor, masih ada tiga ekor lagi yang masih bebas berkeliaran.

Sebab, menurut keterangan warga setempat, ada empat ekor yang selama ini meresahkan warga. Satu ekor yang paling besar berwarna hitam, sementara lainnya berwarna abu-abu. Sebelumnya, pihaknya telah mengerahkan 10 orang personil dikerahkan untuk menangkap kera liar tersebut, namun tidak membuahkan hasil.

“Diberi umpan seekor kera jinak. Saat kera liar itu menghampiri baru dilumpuhkan menggunakan senapan angin,” jelas Sri Sugiarto.

Menurutnya, dengan berhasil ditangkapnya seekor kera sedikit melegakan warga. Sebab, kera-kera itu dinilai sangat meresahkan. Bahkan, lima orang warga menjadi korban serangan kera liar itu dan satu orang meninggal dunia. Dua korban di antaranya merupakan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru Palengaan.

Santri-santri tersebut diketahui masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Satu orang asal Dusun Sumber Sari Desa Rek Kerrek dan satu lagi asal Dusun Pao Pao Desa Kacok. Mereka mengalami luka yang cukup serius di bagian kaki. Bahkan, meski sudah tiga minggu, bekas gigitan kera liar itu belum juga sembuh.

Saking merasakannya serangan kera liar itu, Kepala Desa (Kades) Kacok Baihaki, bahkan sampai membuka sayembara bagi siapa pun yang berhasil menangkap kera tersebut, dijanjikan sejumlah uang tunai.

Namun, saat dikonfirmasi oleh Kabar Madura, Baihaki mengaku belum mengetahui apakah perburuan masih dilakukan hingga saat ini. “Tidak tahu masih ada perburuan atau tidak,” ungkap Baihaki.

Hingga saat ini, berdasarkan info terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, jumlah kera yang berhasil ditangkap sebanyak dua ekor.  (ali/maf)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *