Dua Sentra IKM di Sumenep Belum Terbentuk, Disperindag Akui Kesulitan Kumpulkan Pelaku Usaha

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BELUM RAMPUNG SEMUA: Masih ada dua sentra industri kecil dan menengah (IKM) yang belum dibentuk oleh Disperindag Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Hingga saat ini, ada dua sentra industri kecil menengah (IKM) yang belum terbentuk. Padahal, rencana awalnya, ada 15 sentra IKM yang hendak dibentuk oleh Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Industri dan Perdagangan (Indag) Disperindag Sumenep Priyaji Subaidi mengatakan, lambatnya pembentukan sentra IKM sebab kesulitan dalam mengumpulkan beberapa pelaku usaha IKM. “Agar keputusan yang diambil dapat diterima oleh pihak desa dan pelaku usaha atau IKM itu sendiri,” katanya, Senin (11/10/2021)

Ia menyebutkan, dua sentra IKM yang belum terbentuk yaitu sentra kerupuk di Desa Dungkek Kecamatan Dungkek dan sentra krupuk puli di Desa Gapura Barat. “Ini masih menunggu. Insya Allah, hingga akhir bulan Oktober sudah terbentuk,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan, ada banyak perubahan pembentukan sentra yang dilakukan, karena terkendala SDM. Hal itu juga menjadi faktor belum rampungnya pembentukan senttra IKM. “Kami akan berusaha untuk melaksanakan pembentukan sentra. Sehingga, sentra IKM dapat dibuka dan cepat dipromosikan,” tegasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Indag Disperindag Sumenep M. Halil Rosihan berjanji menuntaskan pembentukan sentra November tahun ini Harapannya, tidak ada lagi pergantian. “Kami akan segera bergegas untuk dibentuk sentra,” tandasnya.

Pria yang akrab disapa Halil itu menambahkan, pembentukan sentara masing-masing menelan Rp20 juta. Sehingga, sebanyak 15 sentra akan menelan Rp300 juta. Pihaknya juga melakukan pendampingan terkait pembentukan sentra tersebut. Dengan demikian, bisa diketahui hasil produksi dan kualitas produknya. “Hasil produksi akan menentukan, seberapa layak hasil produk dipasarkan,” tegasnya.

Menanggapi Hal itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari terus mendorong tumbuhnya produksi aneka peralatan yang terbuat dari logam dan juga perhiasan dan barang kerajinan. Sebab, produk produk tersebut, menurutnya, punya pangsa pasar yang besar.

“Keberadaan sentra IKM logam ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja lokal yang terampil,” ujar Juhari.

Sentra IKM yang telah terbentuk

*Sentra batik di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto

*Sentra tahu tempe di Desa Lalangon Kecamatan Manding

*Sentra terasi di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten

*Sentra logam di Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng

*Sentra keris di Desa Aeng Tong-Tong Kecamatan Saronggi

*Sentra kasur di Desa Ellak Daya Kecamatan Lenteng

*Sentra mebel di Desa Palasa Kecamatan Talango

*Sentra keripik singkong di Desa Lanjuk Kecamatan Manding

*Sentra bambu di Desa Meddelan Kecamatan Lenteng

*Sentra siwalan di Desa Nyabakan Barat Kecamatan Batang-Batang

*Sentra mebel di Desa Kombang Kecamatan Talango

*Sentra mebel di Desa Poteran Kecamatan Talang

*Sentra Logam di Desa Kolpo Kecamatan Batang-batang.

Sentra IKM yang belum terbentuk

*Sentra kerupuk di Desa Dungkek Kecamatan Dungkek

*Sentra Krupuk Puli di Desa Gapura Barat

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *