oleh

Dua TahapDicairkan Sekaligus, BST Rawan Dipermainkan

Kabarmadura.id/Sampang-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) SampangMoh. Iqbal Fatonimeminta, program Kementerian Sosial (Kemensos) dalam pendistribusian Bantuan Sosial Tunai (BST) harus diawasi dengan serius. Sebab, dua tahap didistribusikan dalam satu tahap.

Sehingga pengawasan dari pemerintah maupun masyarakat, pemuda atau mahasiswa harus dimaksimalkan, agar bantuan tersebut tersampaikan secara murni sesuai dengan nominal yang dari pusat.

“Bantuan BST tambahan ini pencairannya disatukan, yaini tahap 4 dan 5 dicairkan bulan ini, jadi ini harus diawasi secara serius,” ungkapMoh. Iqbal Fatoni, Minggu (13/9/2020).

Ditambahkan, pentingnya pengawasan karena khawatir banyak masyarakat yang tidak tahu, bahwa bantuan yang nominalnya Rp300 ribu setiap tahap, jadi ketika dua tahap berjumlah Rp600 ribu.

“Yang pasti banyak KPM yang tidak tahu, jadi ketika KPM dikasih Rp300 tetap menerima, namanya tidak tahu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Sampang M. Nashrun mengatakan, untuk BST tahap 4 dan 5 pencairannya memang disatukan. Bahkan pihaknya sudah instruksikan ke petugas untuk mengawasi. Apalagi, pencairan BST ini dilakukan oleh dua instansi, yakni perbankan dan PT. Pos.

Selain itu, jika ada modus dari petugas yang mencairkan dengan alasan sudah tutup, maka KPM harus segera lapor ke Dinsos Sampang atau petugas yang dilapangan.

“Pencairan BST ini biasanya ditutup pada pertengah bulan, jadi ketika ada petugas yang bilang sudah tutup, dan untuk bisa cair harus bayar. Saya harap KPM segera lapor,” tuturnya.

Terkait penyatuan distribusi dua tahap, tutuy Nashrun, merupakan inisiatif pemerintah, sehingga tahap 5 yang seharusnya dicairkan bulan ke-5, dicairkan di bulan keempat.

“Itu inisiatif pemerintah, jadi kami hanya menjalani saja, dan semoga saja bantuan ini dapat membantu masyarakat,” pungkasnya.(mal/waw)

 

Komentar

News Feed