Dua Tahun Berturut-turut UKG di Bangkalan Ditiadakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) DITIADAKAN: UKG pretest sertifikasi kembali tidak digelar karena terkendala anggaran dan Covid-19 dan pendataan guru.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Uji kompetensi guru (UKG) pretest pendidikan profesi guru (PPG) kembali gagal digelar. Tercatat sejak tahun 2020 kegiatan uji kompetensi itu tidak digelar karena adanya wabah Covid-19. Selain itu, kendala lain karena pendataan terhadap guru sudah mengikuti UKG belum maksimal.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan R. Amir Mahmud mengatakan, UKg tidak bisa digelar karena terkendala anggaran dan wabah Covid-19. Bahkan pendataan guru yang sudah melakukan UKG dari tahun 2018 sampai 2019 belum selesai.

“Kalau jumlah yang belum sertifikasi dan sudah belum tahu pasti. Setelah dinyatakan lulus langsung terdata di Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud),” katanya, Selasa (16/11/2021).

Amir menjelaskan, khusus guru yang belum mengikuti UKG pretest PPG agar bersabar sampai ada instruksi lagi dari Kemendikbud. Dikatakannya, sesuai informasi Kemendikbud juga sudah dua tahun ini tidak mengadakan kegiatan UKG.

“Kalau tahun 2022 kami juga belum bisa pastikan, karena belum ada sinyal dari Kemendikbud juga. Anggaran juga masih dialihkan ke penanganan Covid-19,” paparnya.

Dikatakan Amir, dengan adanya UKG pretest PPG atau sertifikasi itu, guru di Bangkalan bisa mendapatkan tunjangan. Di mana tunjangan ini diberikan setiap bulan. Untuk guru dengan status PNS tunjangan yang diperoleh bagi golongan paling rendah bisa Rp3 juta sampai Rp3,5 juta. Sedangkan golongan tertinggi tunjangannya bisa mencapai Rp5 juta.

“Kalau honorer ini tergantung lama guru tersebut mengabdi sebagai pengajar,” tandasnya.

 

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *