Dua Tahun Double Job, Pendamping PKH Merangkap Kepsek Tidak Disanksi

  • Whatsapp
DOUBLE JOB: Salah satu pendamping PKH di Sampang diketahui merangkap menjadi Kepsek, akhirnya mengundurkan diri, Kemarin

Kabarmadura.id/Sampang-Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sampang, Nanang Muldiyanto mengutarakan, ada salah satu tenaga pendamping bansos PKH di wilayahnya  itu yang diketahui merangkap jabatan menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) di salah satu lembaga di Kota Bahari.

Namun, saat diketahui merangkap pekerjaan, pendamping PKH yang diketahui atas nama Supardi, akhirnya memilih mengundurkan diri dari jabatan kepsek per tanggal (14/10) kemarin.

Nanang menceritakan, Supardi menjadi pendamping PKH sejak tahun 2014 lalu, yang langsung ditempatkan di Kecamatan Banyuates Sampang. Penempatan itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Awal diterapkannya larangan merangkap jabatan atau double job pada tahun 2017 lalu, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan, dan diminta untuk memilih satu dari dua pekerjaannya tersebut. Bahkan yang bersangkutan sudah menyanggupi memilih fokus menjadi tenaga pendamping PKH.

Dirinya mengungkapkan, selama ini Supardi ini hanya diperbantukan menjadi kepsek di lembaga yang bersangkutan, dengan dalih terjadi keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjadi kepsek di lembaga tersebut.

“Merangkap jabatan ini memang tidak boleh, tetapi saudara Supardi ini hanya diperbantukan, untuk memenuhi kebutuhan administrasi, karena belum ada kepsek, tetapi kalau kinerja tetap fokus menjadi pendamping, namun per hari ini resmi mengundurkan diri dari jabatan kepsek,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, kendati Supardi sudah jelas dan terbukti merangkap jabatan selama beberapa tahun terakhir, Nanang mengaku tidak bisa menjatuhkan sanksi, meskipun mestinya harus disanksi, karena pihaknya hanya sebatas pengendali, harus menelaah terlebih dahulu dan memberikan teguran secara lisan.

“Kita tidak serta merta menjatuhi sanksi, memberikan teguran terlebih dahulu, karena yang bersangkutan hanya sebatas diperbantukan, maka cukup teguran,” ungkapnya.

Sementara itu, Supardi pendamping PKH yang nyambi kepsek berdalih, dirinya terikat mengajar di berbagai lembaga dan mengundurkan diri satu persatu secara perlahan. Akan tetapi, untuk jabatan kepsek, selama ini belum diperbolehkan oleh lembaga untuk mengundurkan diri, karena masih dibutuhkan untuk keperluan data Dapodik lembaga.

“Sekarang ini, saya putuskan mengundurkan diri dari jabatan kepsek ini, karena sebelumnya masih kasihan sama lembaga dan saya membantu, tetapi saya tetap fokus pada pendampingan PKH ini,” dalihnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *