Dua Tahun Memimpin, Bupati Pamekasan Fokus Kuatkan Ekonomi Melalui Potensi Desa

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID,PAMEKASAN-Dalam beberapa bulan terakhir, program 10 Wirausaha Baru (WUB) berjalan. Bahkan, sudah banyak produk-produk lokal yang dihasilkan oleh lebih 2.000 calon WUB yang sudah mengikuti pelatihan.

Pembentukan 10 ribu WUB merupakan salah satu program unggulan Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan H. Raja’e, dalam meningkatkan sektor ekonomi berbasis potensi desa.

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam mengatakan, selain program WUB, sejumlah program peningkatan ekonomi berbasis potensi desa mulai digodok. Salah satunya program desa tematik.

Program itu merupakan strategi pemerintah, dalam meningkatkan pembangunan di desa, mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan visi  merata-berkeadilan.

Dirinya mengungkapkan, jika ingin merata-berkeadilan harus berangkat dari desa-desa. Tidak ada orang di mana pun yang tidak punya desa/kelurahan. Dengan begitu, pembangunan harus selalu berangkat dari bawah, berangkat dari dusun, berangkat dari desa/kelurahan. 

Nah pertanyaannya lanjut Baddrut Tamam, potensi apa yang perlu dikembangkan di desa/kelurahan? Jawabannya dengan menghadirkan program desa tematik. Dengan program ini, desa bisa melakukan pembangunan yang maksimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

 Mengapa tidak memilih tema one village one product?, Baddrut Tamam mengatakan, one village one product merupakan sebuah konsep yang diinisiasi oleh Dr. Morihiko Hiramatsu di Provinsi Oita, Jepang pada tahun 1979. 

Waktu itu kata dia, Gubernur Oita yang mengalami resesi ekonomi luar biasa mendorong masyarakatnya agar di masing-masing kelurahan/desa memiliki produk. 

Dari situ, dirinya mengaku lebih turun lagi ke dusun dengan mengambil tema desa tematik. Desa tematik itu untuk mendorong bagaimana dusun-dusun memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. 

“Jika masyarakat di semua dusun makmur, maka kelurahan/desa tersebut makmur. Jika di seluruh desa/kelurahan makmur, maka kabupaten ini menjadi makmur. Jika sudah makmur, maka Pamekasan sudah hebat, Pamekasan sudah bisa keluar dari jebakan kemiskinan,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan, membangun Pamekasan harus dimulai dari komitmen pemimpin yang alur kebijakannya berorientasi untuk masyarakat. Dirinya mencontohkan, mayoritas dari 800 ribu lebih masyarakat di Kabupaten Pamekasan harus bisa mandiri.

Dirinya berharap, dengan sejumlah program peningkatan ekonomi yang digagas oleh pemerintah, masyarakat di wilayahnya bisa lebih mandiri dalam sektor ekonomi. Dirinya berharap, dengan meningkatkan potensi IKM di desa, perputaran uang di Pamekasan akan semakin tinggi. 

Dirinya meyakini, ketika perputaran uang di daerah tinggi, maka masyarakat sejahtera. Ketika masyarakat sejahtera, daya beli juga akan meningkat. Tatkala daya beli meningkat, maka akan muncul kemakmuran di tengah masyarakat. 

Diungkapkan, di sisa pengabdiannya, pemerintah terus mendorong kesejahteraan yang berkeadilan. Kemudian, atas komitmen pemerintah, komitmen partisipasi masyarakat yang mau berubah nasibnya, akan muncul kampung sandal, kampung sepatu, kampung tas, dan kampung IKM lainnya di Pamekasan. 

“Inilah cara dan model yang kami lakukan. Semangat itulah yang selalu menggelora di pikiran saya dan Pak Wabup. Semangat itulah yang kemudian menorehkan keinginan dan komitmen kuat untuk merumuskan beberapa program yang semakin bagus, bermanfaat, dan bermartabat,” tukasnya.

 Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan H. Raja’e mengatakan, selain WUB dan desa tematik, pemerintah terus berupaya untuk mengangkat promosi batik melalui kebijakan strategis yang memiliki dampak sangat luas bagi perkembangan batik Pamekasan. 

Salah satunya dengan branding mobil dinas dengan batik. Langkah yang kemudian diganjar penghargaan muri itu, diakui sebagai langka awal yang dilakukan pemerintah agar batik dikenal di Indonesia dan bahkan di dunia. 

Pihaknya mengaku terus berupaya agar batik tetap menjadi maskot unggulan Pamekasan dan tetap menjadi bagian khazanah kebudayaan masyarakat Pamekasan. Ke depan, pihaknya akan tetap mendorong batik menjadi primadona produk unggulan Pamekasan.

Bahkan, dengan penghargaan sebagai kabupaten yang memiliki pasar batik tulis terbesar di Indonesia, pihaknya berkomitmen untuk terus mengangkat pamor batik dan meningkatkan daya jual batik dengan menggaet kunjungan-kunjungan lintas sektor ke Kabupaten Pamekasan.

“Alhamdulillah, melalui kebijakan ini, persentase penjualan batik Pamekasan mulai meningkat signifikan. Meski di tahun kedua ini, kami menghadapi ujian Wabah Covid-19 yang membuat aktivitas ekonomi terhenti, tapi alhamdulillah batik masih bisa bertahan dan terus berkembang,” jelasnya.

Selain batik, pihaknya juga berkomitmen mengangkat perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, salah satunya komoditi tembakau. Meskipun diakuinya, dalam beberapa tahun terakhir, tata niaga tembakau cukup membuat sesak petani, akibat harga yang stagnan tidak ada peningkatan. 

Namun pihaknya mengaku, melalui langkah pertemuan lintas sektoral, serta intervensi melalui regulasi yang dilakukan agar tembakau bisa mensejahterakan petani. Pihaknya menaruh perhatian khusus terhadap komoditi tembakau. 

Salah satu perhatian yang dilakukan oleh Pemkab Pamekasan meski belum dirasakan secara utuh oleh petani tembakau, yakni wacana untuk mengembangkan sektor home industri tembakau di wilayah Pamekasan.

Pihaknya mengaku, sudah melakukan kajian mendalam tentang kemungkinan adanya home industri tembakau di Pamekasan. Bahkan, berdasarkan data yang dimiliki, selama dua tahun terakhir home industri rokok atau tembakau mengalami peningkatan.

Pihaknya berharap, potensi itu dapat dilihat oleh pemerintah lintas sektor, baik provinsi maupun pusat, agar tidak ada lagi misi gempur terhadap industri rokok lokal. Pemerintah harus bersama-sama melakukan pendampingan bukan menggempur home industri tembakau.

Sebab dirinya meyakini, home industri rokok lokal akan mampu menyerap tembakau petani dengan maksimal. Ketika tembakau semakin terserap, maka harga tembakau akan semakin meningkat dan petani sejahtera. 

“Ini cara kami mengadvokasi petani tembakau. Kami sudah menjajaki sejumlah investor untuk mengembangkan home industri rokok di Pamekasan. Ini sudah kami rancang dan semoga dalam tiga tahun ke depan ini terwujud, sehingga kedepan harga tembakau bisa kembali mahal,” pungkasnya. (pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *