oleh

Dua Terdakwa Kasus Kambing Etawa Dituntut Ganti Uang Rp7,1 M

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Perkembangan kasus pengadaan kambing etawa di Bangkalan yang melibatkan 2 mantan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) memasuki babak baru.

Setelah melakukan sidang sebanyak 21 kali, akhirnya tuntutan kepada dua orang terdakwa tersebut mulai diumumkan. Jaksa penuntut umum menuntut hukuman 6 tahun 6 bulan penjara untuk masing-masing tersangka.

Sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan Iqbal Firdausi, setelah tuntutan, masih ada agenda sidang pembelaan atau pledoi dari terdakwa.

Sedangkan 2 orang mantan kepala dinas (kadis) yang terseret dalam kasus itu, yakni SA yang sebelumnya menjabat Kadis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan mantan Kadis Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bangkalan MD.

“Putusannya insyaallah pekan pertama kalau gak gitu pekan kedua bulan Mei,” tuturnya, Senin (20/4/2020).

Selain tuntutan 6,6 tahun penjara, terdakwa juga dituntut uang pengganti, masing-masing nominalnya berbeda. Untuk SA, tuntutan uang penggantinya sebesar Rp3,7 miliar Sedangkan untuk MD senilai Rp3,45 miliar.

“Untuk uang dendanya itu, kalau gak salah uang Rp100 juta dan subsider 3 tahun 3 bulan,” terangnya.

Jika masing-masing terdakwa ini tidak bisa membayar uang pengganti ini atau harta dan bendanya tidak bisa memenuhi lelang, untuk mencukipi uang pengganti, para terdakwa ini harus memenuhi subsider 3,3 tahun tersebut. Selama sidang, sudah ada 180 saksi yang sudah dihadirkan.

“Saksi yang kami hadirkan mulai dari pihak desa, pihak kecamatan, BPKAD, DPMD, TP4D, Banggar, mantan bupati Bangkalan dan pihak swastanya berinsial Rdan pihak ketiga yang merupakan suplier kambing berinisial H,” terangnya.

Kedua terdakwa diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait pengadaan kambing etawa tahun anggaran 2017 yang bersumber dari dua anggaran, yakni APBD melalui BPKAD Bangkalan dan APBDes melalui DPMD Pemkab Bangkalan.

Program tersebut direalisasikan ke-273 desa di Bangkalan dengan total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 9,2 miliar. Setiap desa dianggarkan sebesar Rp 33,7 juta dengan nilai Rp13,7 juta untuk pembelian empat kambing etawa betina termasuk didalamnya Rp800 ribu biaya transportasi.

Kemudian ada anggaran Rp10 juta untuk pemebelian kambing etawa jantan serta anggaran Rp800 ribu untuk transportasi dan anggaran pmbuatan kandang kambing sebesar Rp10 juta. Uang tersebut bersumber dari APBDes 2017 untuk setiap desa.

“Dari jumlah anggaran tersebut, ada kerugian negara sebesar Rp 8,4 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh kedua terdakwa,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed