oleh

Dua Terdakwa Kasus Kambing Etawa Mangkir dari Pemanggilan Kejari Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN –Setelah putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang mengembalikan masa hukuman kepada dua terdakwa kasus penyelewengan kambing etawa menjadi 6,6 tahun penjara. Membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan mulai melakukan pemanggilan kembali kedua terdakwa. Namun, dari panggilan itu, keduanya mangkir dari pemanggilan tersebut.

Kepala Kejari  Bangkalan Chandra Saptaji melalui Kepala Seksi (Kasi) Intel Putu Arya Wibisana menyampaikan, kedua terdakwa tersebut yakni mantan Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bangkalam Mulyanto Dahlan dan mantan Kepala BPKAD Bangkalan Syamsul Arifin. Keduanya tidak memenuhi panggilan tanpa keterangan.

“Kami masih melayangkan surat pertama per tanggal 24 Maret atau Rabu lalu,” katanya.

Sampai saat ini, kata dia, belum ada tanggapan dari kedua terdakwa atas ketidakhadirannya itu. Baik respon dari pihak keluarganya atau kuasa hukum terdakwa. Pihaknya juga akan berencana melayangkan surat panggilan kedua.

“Belum ada keterangan apapun,  saya harap keduanya kooperatif juga pihak keluarga bisa berkoordinasi dengan baik,” pesannya.

Masih menurut lelaki asal Bali ini, pihaknya akan melayangkan surat panggilan secara bertahap, sebanyak tiga kali. Jika tiga kali tidak ada respons dari yang bersangkutan, maka pihaknya akan melakukan tindakan lebih lanjut untuk pelaksanaan eksekusinya.

“Jika nanti panggilan kedua dan ketiga masih tidak ada tanggapan. Akan kami langsung eksekusi, kami jemput,” tegasnya.

Sejauh ini, berdasarkan keterangan Putu, kedua terdakwa belum melakukan langkah pengajuan grasi atau langkah lainnya terkait putusan kasasi dari MA. Dia mengimbau, dengan adanya putusan yang berbadan hukum itu. Keduanya bisa mengindahkan surat panggilan agar langkah eksekusi bisa lancar dan aman.

“Putusan tersebut memiliki badan hukum, jadi kepada Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin bisa kooperatif,” tandasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed