Dua Terinfeksi Covid-19, Dua Puskesmas Ditutup Tujuh Hari

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sampang/ROBATAL– Akibat adanya dua dokter yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Robatal dan Tambelangan terinfeksi Covid-19, sehingga dua puskesmas tersebut dilakukan penutupan.

Ceritanya, dua dokter atau tenaga medis tersebut merupakan pasangan suami istri yang berinisial D (34) laki-laki dan E (32) perempuan yang berasal dari Kecamatan Kedungdung.

Bacaan Lainnya

Bahkan, D (34) yang bertugas di Puskesmas Tambelangan itu sudah meninggal dunia pada 15/6/2020, pagi hari di RS Unair Surabaya, adapun istrinya (E) yang terinfeksi Covid-19 saat ini menjalani isolasi dan anaknya di RS Unair Surabaya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi mengatakan, dengan adanya dua petugas medis yang terinfeksi di dua puskesmas pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada masing-masing pihak puskesmas untuk dilakukan rapid test massal.

Sehingga, usai dari itu dua puskesmas tersebut dilakukan penutupan pelayanan selama tujuh hari.

“Usai dilakukan rapid test dua puskesmas itu dilakukan penutupan mulai senin kemaren dan berjalan selama tujuh hari. Jadi, mulai Senin depan akan kembali dibuka,” ungkapnya, Selasa (16/6/2020).

Selain itu ia menuturkan, menutupan pelayanan kesehatan ini hanya di tingkat puskesmas yang ada di dua Kecamatan, adapun untuk Polindes tetap buka seperti biasa.

Sebab, tempat itu merupakan tempat kerja dari dua pasien yang terinfeksi covid-19.

“Mudah-mudahan dengan adanya upaya penutupan dan rapid test ini dapat memutus penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Kendati demikian, hasil dari tenaga medis yang dilakukan rapid test, untuk Puskesmas Kecamatan Tambelangan semuanya non reaktif, adapun untuk puskesmas Robatal terdapat tujuh tenaga medis yang reaktif Covid-19.

Adapun tenaga medis disetiap UPT puskesmas ada sekitar 60 sampai 65, jika digabungkan dengan dua puskesmas yang dilakukan rapid tes melebihi dari 100 orang.

“Semua tenaga medis di Puskesmas Tambelangan dan Puskesmas Robatal di rapid test dan hasilnya non reaktif, cuma di Puskesmas Robatal ada tujuh yang reaktif,” tuturnya.

Sekedar informasi, dari tujuh tenaga medis yang reaktif Covid-19 yang bertugas di Puskesmas Robatal tersebut akan dilakukan uji swab pada tanggal 18 Juni 2020.

“Tanggal 18 ini akan di Swab, termasuk juga lima orang pegawai Kecamatan Camplong itu. Mudah-mudahan nanti hasilnya negatif,” pungkasnya (mal/mam).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *