Dua Terobosan Bupati Pengaruhi Anggaran 

  • Whatsapp
KM/MIFTAHUL ARIFIN-DORONG: Bupati Pamekasan  Baddrut Tamam mendorong seluruh kepala OPD untuk sinergi meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayahnya.

DPRD dan BKD Khawatir Goyahkan APBD

 

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat melalui Mall Pelayanan Publik (MPP), membuat DPRD setempat berdecak kagum.

Kendati demikian, itu diakui berdampak pada potensi ketidakstabilan anggaran. Terutama mengenai dua pelayanan berupa e-Lorong dan e-Madul.

“Kami yakini dua pelayanan tersebut lambat laun akan berdampak positif terhadap anggaran di daerah,” terang Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Hosnan Achmadi, Selasa (12/3).

Pria yang selama ini cakap mengeritik pemerintah itu menegaskan, melalui program e-Lorong, seluruh infrastruktur akan terpantau oleh masyarakat. Manakala terdapat akses jalan yang rusak, maka pemkab harus menganggarkan untuk perbaikannya.

“Sama seperti e-Madul yang merupakan pelayanan masyarakat untuk komunikasi langsung dengan Bupati,” ujarnya.  

Dia menegaskan, dua program pelayanan tersebut pada dasarnya cukup bagus. Namun, akan berimplikasi terhadap anggaran. Sedangkan beberapa tahun ini, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Pamekasan cukup mandeg.

“Kami tunggu sajalah. Kalau secara teknis, kami ingin tahu juga bagaimana menindaklanjuti e-Lorong itu. Karena tanpa adanya e-Lorong saja, kami sudah kewalahan masalah anggaran. Ini tidak bisa diselesaikan tanpa ketersediaan anggaran,” tegasnya.

Untuk diketahui, Bupati Baddrut Tamam membuat program terobosan e-Lorong dengan maksud dan tujuan memantau infrastruktur jalan. Termasuk, memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengadukan tingkat kerusakan jalan.

Program tersebut dilaunching Februari 2019 melalui aplikasi Pamekasan Smart. Selain e-Lorong, Bupati juga meluncurkan e-Madul sebagai sarana masyarakat untuk komunikasi langsung dengan Bupati.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Pamekasan Taufikurrahman mengakui program e-Lorong tidak efektif. Sebab, berbenturan dengan terbatasnya APBD. Sehingga, masih bergantung pada dana alokasi umum (DAU).

“DAU itu prioritas utamanya adalah gaji dan tunjangan harus dibelanjakan dulu. Lebihnya baru kami anggarkan untuk memperbaiki jalan, sungai, dan sebagainya,” paparnya. (ito/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *