Dua TKI Ilegal Dipulangkan Tidak Bernyawa

  • Whatsapp
KM/IST FOR KM-BERDUKA: Salah satu TKI ilegal di Sampang yang mengalami kecelakaan kerja di Malaysia saat dipulangkan tak bernyawa.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Angka kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kabupaten Sampang yang berujung maut terbilang cukup tinggi. Pasalnya, hampir setiap pekan, ada dua sampai tiga orang TKI yang dipulangkan tidak bernyawa.

Teranyar, hari ini, Kamis (21/2/2019), ada dua orang TKI ilegal asal Kota Bahari yang dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia. Penyebabnya meninggalnya dua TKI itu, karena mengalami kecelakaan kerja di Malaysia.

TKI tersebut bernama Arsah Bin Abdul (55) Warga dusun Rabiyan, Desa Rabiyan Kecamatan Ketapang, dan Satimah warga Desa Gunung Kesan Kecamatan Karangpenang, Kebupaten Sampang

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang Agus Sumarso mengatakan, selain kabar dua TKI yang dipulangkan tidak bernyawa itu, juga menerima surat dari LP3TKI Surabaya yang menginformasikan adanya TKI ilegal asal Sampang di Arab Saudi yang meninggal dunia tertanggal 12 Februari 2019.

Namun TKI yang meninggal di Arab Saudi itu,  karena menderita penyakit diabetes. Yang bersangkutan juga sudah dikebumikan di pemakaman umum Al-Rahman Faiha Jeddah.

“Hari ini, kami juga menerima kabar adanya TKI asal Sampang atas nama Sukiye binti Jehri warga Desa Betioh, Kecamatan Banyuates meninggal dunia di Arab Saudi dan sudah dikebumikan di Jeddah,”ungkapnya.

Selama dua bulan terkhir, kabar duka yang menimpa TKI ilegal asal Sampang yang berada di luar negeri semakin sering. Pasalnya sejak awal bulan Januari hingga sekarang sudah ada sebanyak 18 orang TKI ilegal yang dipulangkan meninggal. Semua TKI yang meninggal itu, hanya difasilitasi ambulans untuk proses penjemputan dari Bandara Juanda sampai ke rumah duka masing-masing.

“Kami sudah mewanti-wanti warga yang mau menjadi TKI agar mengikuti jalur yang resmi. Sehingga keamanan lebih terjamin dan proses pemulangan jika terjadi hal yang tidak diinginkan lebih cepat dan mudah,”pungkasnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *