KABAR MADURA | Saat ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumenep sudah menerima dua laporan terkait dugaan pelanggaran pemilu. Salah satunya sudah ditindaklanjuti, yakni terkait dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Aeng Panas Muhammad Romli.
Ketua Bawaslu Sumenep Achmad Zubaidi mengatakan, kasus dugaan pelanggaran netralitas pemilu oleh kades Aeng Panas memenuhi syarat formil dan materil. Keputusan itu dikeluarkan setelah pihaknya melakukan rapat pleno dengan seluruh komisioner.
“Pelapor sudah kami klarifikasi, tinggal yang terlapor akan dipanggil. Meskipun pemilu selesai, proses hukum tetap jalan,” imbuhnya.
Tindakan Bawaslu Sumenep tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan yang ditujukan kepada Panwascam Pragaan pada 2 Februari 2024 lalu. Dalam laporan ber nomor 001/LP/PL/Kec. Pragaan/16.35/II/2024 itu, pelapor melampirkan dua bukti dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan Mohammad Romli.
Bukti pertama adalah sebuah video berdurasi 2 menit 10 detik. Video itu diduga direkam pada November 2023. Dalam rekaman itu, terlapor ditengarai menginstruksikan aparat desa untuk memilih calon anggota legislatif (caleg) dari salah satu parpol.
Bukti kedua adalah pesan suara dari aplikasi WhatsApp. Pesan itu berisi suara yang diduga Romli sedang mengintervensi perangkat desanya untuk memilih peserta pemilu pilihannya.
“Sementara untuk pengrusakan banner (laporan pelanggaran lainnya) sudah akan segera diproses,” pungkasnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna