Dugaan Pemotongan Jaspel Polisi Berdalih Masih Tunggu Hasil Audit

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Hasil gelar perkara kasus dugaan korupsi dana jasa pelayanan (jaspel) tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal, Kabupaten Sampang, belum ditemukan pelanggaran.

KABARMADURA.ID, SAMPANG  – Penanganan kasus dugaan pemotongan dana kapitasi untuk honor jasa pelayanan (jaspel) tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal, Kabupaten Sampang masih belum jelas kelanjutannya. Terbukti, hingga saat ini kasus tersebut belum ada penetapan tersangka.

Padahal kasus tersebut sudah ditangani kepolisian sejak tahun lalu. Termasuk, pengajuan audit kasus sudah dilakukan akhir tahun lalu. Namun, polisi masih menunggu hasil audit dari aparat pengawasan intern pemerintah (APIP).

Bacaan Lainnya

Data yang dihimpun Kabar Madura, dugaan pemotongan dana kapitasi diduga dilakukan oleh beberapa oknum di Puskesmas Robatal. Disinyalir, dana itu dikurangi sebesar 13 persen, dengan penerima honor jaspel sebanyak 44 orang. Mereka tidak menerima honor secara utuh.

Kasus itu, diungkapkan oleh salah satu penerima. Diakui, jika pemotongan honor setiap penerima sebesar 13 persen. Pemotongan dilakukan oleh oknum dengan alasan untuk uang partisipasi pembayaran tenaga sukarelawan (sukwan).

Sedangkan, diketahui masih banyak sukwan tidak menerima dana partisipasi. Sehingga diduga kuat pemotongan honor jaspel dinikmati beberapa oknum di Puskesmas Robatal. Rata-rata pemotongan dana jaspel sebesar Rp400 ribu dari setiap penerima honor. Penerima yang seharusnya menerima Rp2,9 juta, hanya menerima Rp2,5 juta.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui melalui Kanit III Tipikor Ipda Indarta Hendriansyah mengaku, hasil audit masih belum selesai. Sehingga, belum bisa melanjutkan kasus tersebut. “Hasil audit belum keluar. Jika sudah, baru direkomendasikan kasus dilanjutkan. Untuk sementara kami masih menunggu,” katanya, Selasa (16/02/2021).

Dia menjelaskan, sudah lama melakukan permohonan. Itu dilakukan, karena dalam gelar perkara tidak ditemukan pelanggaran hukum. Sehingga, hasil audit yang dinilai penting harus dilakukan. “Hasil audit sangat dibutuhkan. Untuk mengetahui kerugian Negara. Jika sudah terbukti, baru kami lanjutkan,” janjinya.

Laki-laki yang akrab disapa Indarta itu mengungkapkan, sejumlah saksi sudah diperiksa. Sedikitnya, mengantongi keterangan 19 orang saksi. Selanjutnya, beberapa saksi lain akan diperiksa. Hanya saja, saat ini masih fokus menunggu hasil audit dari APIP. (man/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *