Dugaan Pungli Tes Urine Cakades Sampang Didalami Legislatif

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SAMPANG-Mencuatnya kabar terjadinya dugaan pungutan liar (pungli) kepada para calon kepala desa (cakades), sudah mulai didengar oleh para lagislator Sampang. Bahkan, sudah ada laporan yang masuk ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang.

Sebelumnya, menyeruak kabar tentang pungli kepda cakades saat pelaksanaan tes urine yang dimotori oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, pada pelaksanaan tes urine ke cakades dalam rangka pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tersebut, dilakukan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa timur.

Namun panitia pilkades diduga menarik biaya tes urine kapada semua calon dengan angka yang cukup fantastis, yakni antara Rp2 juta hingga Rp3 juta bagi setiap peserta.

Atas kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang mengaku sudah menerima laporan. Bahkan, dugaan pungli kepada 130 peserta pilkades itu mulai didalami.

Ketua Komisi I DPRD Sampang Nasafi mengatakan, langkah awal akan memanggil dinas terkait untuk dimintai keterangan dan klarifikasi terkait kebenarannya.

“Kami sudah mendapat laporan dan telah berkirim surat kepada dinas terkait untuk segera melakukan rapat koordinasi, pasalnya informasi yang beredar, penarikan uang tersebut bervariatif dan  melalui panitia pemilihan kepada desa (P2KD) di masing-masing desa yang akan melaksanakan pilkades kali ini,” kata Nasafi.

Agenda pemanggilan sejumlah pihak itu, sudah dijadwalkan pada Rabu (9/10/2019) mendatang. Setelah pemanggilan itu, nantinya sudah bisa dikembangkan apakah penarikan uang itu benar atau tidak, serta penarikan dana itu, diperuntukkan untuk apa saja dan kemana sjaa aliran dana tersebut.

Pihaknya tidak ingin ada penarikan dana atau pungli kepada para calon di luar ketentuan yang berlaku. Namun pihaknya belum bisa memastikan terkait kebenarannya, masih akan didalami dan memanggil semua pihak-pihak terkait untuk mengklarifikasi.

“Untuk saat ini, kami belum bisa memastikan kebenarannya, masih didalami dan segera memanggil, mengklarifikasi kepada pihak yang bersangkutan, nanti kalau sudah pemanggilan bisa diketahui secara detail,” ungkapnya. (sub/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *