Efek Kelelahan, 16 Pemain Madura United Diserang Flu

  • Whatsapp
Wajah-wajah pemain Madura United seolah menampakkan kelelahan usai menghadapi PSM Makassar dalam leg pertama perebutan tiket Final Piala Indonesia 2019 di Stadion Andi Matalatta, Makassar, Minggu (30/6/2019).

Kabarmadura.id-Jadwal mepet dan padat yang dijalani para pemain Madura United dalam 4 pertandingan terakhir atau sejak melawat ke kandang Persebaya pada 19 Juni lalu, mulai dirasakan efeknya oleh pemain.

Selain cedera hamstring yang dialami Andik Vermansyah pada pertandingan melawan Persebaya Surabaya di Leg 2 Piala Indonesia pada 27 Juni lalu, sejumlah pemain yang  ikut  serta dalam lawatan ke kandang PSM Makassar pada 30 Juni kemarin mengalami flu massal.

Terdapat sebanya 16 pemain yang mengalami flu. Sebagaimana disampaikan Heri Siswanto, dokter tim Madura United, hal itu dialami para pemain karena mereka kelelahan.

“Faktornya karena kelelahan, karena para pemain bukan hanya menjalani pertandingan tetapi mereka harus menempuh perjanalan yang berbeda-beda dan mengganggu jam istirahatnya,” ungkap dr.Heri.

Pelatih Madura United Dejan Antonic berbincang dengan pemainnya, Greg Nwokolo, di bandara dalam perjalanan pulang dari Makassar ke Madura.

Ya, sejak 19 Juni lalu atau dalam 11 hari, para pemain Madura United sudah harus menjalani 4 pertandingan beruntun di tempat berbeda. 19 Juni lalu, Greg Nwokolo dan kawan-kawan harus menjalani pertandingan di kandang Persebaya  Surabaya, kemudian mereka  kembali harus melakukan perjalanan ke Bandung untuk menjalani pertandingan melawan Persib Bandung pada 23 Juni.

Hanya berselang satu hari dari kepulangan dari Bandung, para pemain Madura United harus  bertolak ke Pamekasan guna menjalani pertandingan Leg 2 Piala Indonesia melawan Persebay Surabaya pada 27 Juni.

Alur perjalanan jauh kembalinya pemain Madura United, harus dijalani untuk segera pertandingan Leg 1 Semifinal Piala Indonesia.

Tim besutan Dejan Antonic tersebut harus bertolak ke Makassar guna menjalani pertandingan melawan PSM Makassar pada 30 Juni kemarin.

Tantangan yang harus dihadapi para pemain Madura United dalam mengatasi kelelahan makin berat, seiring dengan perjalanan ke Makkassar yang biasanya bisa  dijalani dengan satu kali penerbangan harus melalui  rute berbeda.

Ketersediaan tiket pesawat yang satu-satunya cara harus dijalani dengan transit ke Lombok dan ke Denpasar, menjadikan rombongan pemain Madura United tidak punya pilihan lain.

“Tiket penerbangan menjadi sulit karena bersamaan dengan  libur akhir pekan dan pemesanan juga dilakukan secara dadakan. Terpaksa meski perjalanannya harus melalui transit dan menyita banyak waktu para pemain harus tetap  diambil, karena kalau tidak  bertanding  dendanya adalah WO,” ungkap Ziaul Haq, direktur PT Polana Bola Madura Bersatu, perusahaan pengelola Madura United.

Akibat perjalanan panjang yang dijalani para pemain Madura United tersebut, Heri Siswanto mengungkapkan  bahwa pemainnya mengalami  kelelahan.

“Penekanan untuk menjaga kondisi fisik dan kesahatan menjadi konsen kami tim medis tim. Kami menyadari bahwa jadwal yang sangat padat yang dialami Madura United bukan hanya sebatas mepetnya pertandingan, tetapi juga karena perjalanan yang beragam dan jauh,” ulas Heri.

Madura United masih akan tetap menjalani serangkaian pertandingan dengan durasi waktu yang sangat mepet dengan pertandingan sebelumnya dalam dua pertandingan terdekat. Yakni, akan menghadapi PSM Makassar pada 4 Juli mendatang di kompetisi Liga 1 dan akan menghadapi PSM Makassar kembali pada 7 Juli mendatang di pertandingan Leg 2 Semifinal Piala Indonesia. Dua pertandingan tersebut sama-sama akan digelar di Stadion Gelora Madura Pamekasan. (bri)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *